Mon, 16 February 2026

Malam Tanpa Nyawa

Reporter: Riedha Adriyana | Redaktur: | Dibaca 767 kali

Mataku mengendarai malam

Di atas sejuta gemintang sunyi.

Diriku berpolemik dengan sepi

Hingga pitam menyatu temaram.

Dingin tertusuk hawa yang memanas

Seakan keringat menjadi deras

Bercampur dengan amarah

Seperti api yang merambat tanah

Memang!

Hidup ini penuh dengan enigma,

Yang kian memacu pada kelenjar epinefrina.

Usang!

Burung-burung berterbangan di ufuk kematian,

Bersimbah darah yang kian menjadi hujan.

Insomnia!

Gangguan jiwa!

Semuanya merenggut nyawa…

 

Bandung, 2016.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments