Sat, 2 May 2026

Tapak Kecil Dari Rumah Kakek, Menggema Sampai Abu Dhabi

Reporter: Cantika Putri Sonjaya | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 26 kali

JURNALPOMEDIA.COM- Di balik rutinitas dan padatnya tugas akademik, tersimpan perjalan seorang mahasiswi UIN Bandung yang melintasi batas negara. Kerja kerasnya membuahkan hasil, menorehkan prestasi hingga melangkah ke kancah internasional dengan tampil di Abu Dhabi sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang pembukaan Pencak Silat dunia.

Reisya Fauziah, mahasiswi Manajemen Syariah angkatan 2022, telah mengenal pencak silat sejal kecil. Rasa penasarannya mucul setiap kali ia menginap di rumah sang kakek. Ketidaksengajaan itu justru menjadi awal dari komitmen panjang yang kini telah membawanya hingga ke kancah internasional.

Bagi Reisya, pencak silat bukan sekedar olahraga bela diri saja. Ia memandangnya sebagai warisan budaya bangsa. Ada filosofi, nilai moral, dan etika yang mengakar di dalamnya. Di balik setiap jurus yang ia peragakan, terdapat nilai-nilai kehidupan yang ia pegang teguh.

“Silat itu bukan hanya mengalahkan lawan. Silat itu tentang mengendalikan diri,” tutur Reisya dengan penuh keyakinan.

Dukungan sang Ibu, Imas Daryani, menjadi fondasi terkuat dalam perjalanannya. Nilai-nilai inilah yang membentuk karakternya menjadi pribadi yang disiplin dan tangguh, sebuah perubahan yang dirasakan langsung oleh keluarganya.

“Selama itu positif dan membuat dia disiplin, saya senang melihatnya aktif dan berprestasi. Panglipur telah menjadi ruang pendidikan mental yang kuat bagi Rey,” ungkap Imas.

Pilihan hati Reisya hanya tertambat pada satu nama “Panglipur”. Perguruan yang telah berdiri tegak sejak tahun 1909 di Bandung ini ia anggap sebagai “rumah kedua” tempatnya tumbuh dan berkembang.

Dedikasi tanpa henti selama 20 tahun membawa Reisya menaklukkan berbagai arena, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Salah satu pembuktian diri terbesarnya terjadi pada tahun 2015 saat ia mewakili Kabupaten Bandung di ajang tingkat Jawa Barat.

Puncak kehormatan itu datang di penghujung tahun 2024. Reisyaa dijadwalkan terbang menuju Abu Dhabi, bukan untuk bertanding, melainkan untuk mengemban tugas negara sebagai penampil dalam pembukaan kompetisi pencak silat sedunia. Ia akan berdiri di panggung internasional, memamerkan aura keindahan pencak silat di hadapan dunia.

Kini, saat tirai akademik dan kariernya sebagai atlet perlahan mencapai puncak, Reisya ingin meninggalkan lebih dari sekadar medali atau ijazah. Ia ingin menjadi bukti nyata bagi mahasiswa lain bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membawa seseorang melampaui batas.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama