Browsing Category

Sastra

Kikir Hati

Tak mampu aku berkata-kata Melihat mereka yang terbata-bata Merangkak serta menengadahkan tangan memohon doa Dengan gemuruh cacing-cacing yang bersorak ria Tepat waktu menjelang senja Semua orang berkelana Mencari mangsa Untuk…
Selengkapnya...

Lupa Judulnya

Tentang karya yang sempat terlihat istimewa Tentang curahan hati setiap anak manusia Aku sadar aku egois bunda! Merasa bahwa semua semesta harus tercurah pada satu jiwa Aku lupa? Atau tidak peka? Ah..... sulit kurasa Kurang membaca ?…
Selengkapnya...

Kesenyapan Jiwa

Sebelum mereka datang Dunia ini tenang bagaikan angin sepoi Namun setelah mereka datang Hingar bingar dunia pun seakan tak menepi Bahkan karena mereka Keramaian pun dirasa sepi Semua ini tidak mudah Semua ini melelahkan Puing-puing…
Selengkapnya...

Pria Sudut Pasar

Tongkat yang lapuk penuh tambalan karet Baju yang lusuh penuh dengan lubang Mencari rezeki di sudut tangga pasar Mencoba mengeluh dengan hati yang gusar Matanya telah menguning Sebagai bukti ia menunggu hening Kulitnya telah…
Selengkapnya...

Negara Lucu

Menggeram di kiri telingaku yang tuli Menunda tidur indah gelap pagiku Menusuk dengan pedang di bagian bawah dada Memberi pesan tentang tangis dan derita   Ekploitasi lahan pertanian memaksa emak-emak ikut turun ke jalan Menangis…
Selengkapnya...

Mengetuk Pintu

Pada pukul lima Setiap petang Aku di taman Ingin memeluk senja Tak boleh menghilang Pada setiap shubuh Selekas dalam sholat Aku bermunajat Berharap mujarab Sayang, aku hanya musafir Menapaki jalan terjal nan mungkir Namun aku…
Selengkapnya...