Browsing Tag

puisi

Rumah

Saat orang dengan hina memandangmu Saat semua menginginkan jatuhnya dirimu Saat dunia bahkan tak berpihak untukmu Kau hanya perlu sebuah dekapan tuk menguatkanmu Mereka yang mendekapmu dengan kesetiaan Sebuah naungan yang memberimu…
Selengkapnya...

Membunuh Ramadan

Aku membunuhmu Ramadan Dengan kue nastar - kue salju Kemacetan di Trunojoyo Bersesak ria di pasar baru. Maka jelaskanlah padaku Bagaimana kesakralan dirimu Di saat kau disambut dengan Marjan Dan aneka ragam acara religi siang - malam. Maka…
Selengkapnya...

Kikir Hati

Tak mampu aku berkata-kata Melihat mereka yang terbata-bata Merangkak serta menengadahkan tangan memohon doa Dengan gemuruh cacing-cacing yang bersorak ria Tepat waktu menjelang senja Semua orang berkelana Mencari mangsa Untuk…
Selengkapnya...

Lupa Judulnya

Tentang karya yang sempat terlihat istimewa Tentang curahan hati setiap anak manusia Aku sadar aku egois bunda! Merasa bahwa semua semesta harus tercurah pada satu jiwa Aku lupa? Atau tidak peka? Ah..... sulit kurasa Kurang membaca ?…
Selengkapnya...

Kesenyapan Jiwa

Sebelum mereka datang Dunia ini tenang bagaikan angin sepoi Namun setelah mereka datang Hingar bingar dunia pun seakan tak menepi Bahkan karena mereka Keramaian pun dirasa sepi Semua ini tidak mudah Semua ini melelahkan Puing-puing…
Selengkapnya...

Mengetuk Pintu

Pada pukul lima Setiap petang Aku di taman Ingin memeluk senja Tak boleh menghilang Pada setiap shubuh Selekas dalam sholat Aku bermunajat Berharap mujarab Sayang, aku hanya musafir Menapaki jalan terjal nan mungkir Namun aku…
Selengkapnya...