Tue, 5 May 2026

GenBI UIN Bandung Gelar BI Corner, Peserta Diajak Melek Finansial Digital

Reporter: Sahara Putri Amiliana | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 200 kali

Sumber foto: Dokumentasi Panitia

JURNALPOSMEDIA.COM — Generasi Baru Indonesia (GenBI) mengadakan BI Corner Education Session. Kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan UIN Bandung pada Rabu, (29/4/2026). Acara ini merupakan program kerja Departemen Knowledge and Education dengan membahas mengenai bank sentral.

Ketua Departemen Knowledge and Education, Ghea Ainun Zulfa menyampaikan bahwa Bi Corner bertujuan untuk menambah wawasan peserta. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep kebanksentralan serta kebijakan Bank Indonesia.

“Materi ini dipilih karena anggota GenBI perlu memahami kebijakan bank sentral. Selain itu, peserta juga harus melek digitalisasi finansial saat ini. Kami juga perlu mengetahui sejarah bank sentral hingga sekarang. Peserta dikenalkan QRIS, saham, dan perkembangan keuangan digital,” ucap Ghea pada Rabu (29/4/2024).

Ia juga menyampaikan bahwa panitia dan pemateri telah mempersiapkan materi dengan baik melalui riset, mencari referensi, dan memahami isi materi terlebih dahulu. Pemateri berasal dari Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sehingga materi yang disampaikan sesuai dengan bidang yang pernah mereka pelajari. Hal itu membuat penyampaian materi lebih mudah dipahami. Selain itu, penggunaan bahasa yang sederhana dan tidak terlalu formal turut membuat suasana yang nyaman, sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Salah satu peserta, Sherli Inggriani Harahap, menyampaikan ketertarikannya mengikuti acara tersebut karena BI Corner merupakan salah satu program kerja dari GenBI, khususnya dari bidang edukasi yang berfokus memberikan literasi kepada mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini penting karena dapat menambah wawasan sekaligus memberikan pemahaman tentang peran Bank Indonesia, terutama di tengah perkembangan sistem keuangan digital.

“Bagian yang paling menarik bagi saya adalah saat dijelaskan bahwa QRIS Tap sudah bisa digunakan di luar negeri. Itu benar-benar insight baru bagi saya, karena sebelumnya saya mengira QRIS hanya berlaku di dalam negeri. Dari situ saya jadi melihat bahwa sistem pembayaran Indonesia sudah semakin maju dan mulai terintegrasi secara global, yang tentunya sangat memudahkan transaksi lintas negara,” ungkap Sherli.

Ia juga menyampaikan bahwa penyampaian narasumber disajikan secara santai dan disertai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga materi lebih mudah dipahami.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan peserta memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai Bank Indonesia dan peran bank sentral, serta perkembangan digitalisasi finansial.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama