Browsing Category

Puisi

Nona Kecil Terusik

Pagi ini Nona kecil masih terpejam Dengan hangatnya selimut Yang memeluk tubuh mungilnya Terlihat tenang seakan dunia ini damai Kedamaian yang hanya sementara Percikan amarah yang memekakkan telinga terdengarnya Begitu menyakitkan…
Selengkapnya...

Kecewa Siapa?

 Ini kecewa siapa sudah tertuliskan Tentu sudah juga terlisankan Namun nihil, beku sudah Panas jika lama kau genggam Biarkan air kembali hening Biarkan api kembali kuning Batu saja bisa terkikis, Apalagi dinginnya salju Bunda…
Selengkapnya...

Aku di Sini

Aku di sini Tumbuh jelita bersama perih Meski dengan tertatih, saat kau melangkah pergi Aku di sini Tersenyum dengan tegarnya hati Meski menjadi puitis tak berarti Aku di sini, Selalu di sini, Berdoa penuh untukmu terkasih…
Selengkapnya...

Lelah

Ingin rasanya menghilang Tak dicari-cari atau bahkan dikenali Menjadi asing bahkan dianggap mati Ah, semua terdengar mustahil! Benar saja kata Ibu Keterikatan adalah sebuah pengekangan Menjadi merdeka adalah satu-satunya cara Dimusuhi…
Selengkapnya...

Telah Dimiliki

Aku bukan pencuri Tak punya niatan untuk merebut apapun Aku hanya satu dari manusia tak tahu diri Tak tahu malu sebab ingin kamu yang telah ia miliki Entah Tuhan mendengar pintaku atau tidak Sebab doa-doaku terlalu jahat untuk kisah cintamu…
Selengkapnya...

Tertutup Rapat

Kulihat matanya menyala Rahangnya mengeras Napasnya tersenggal Keringatnya bercucuran Berlari ia berharap pintu tak rapat Berdoa kuat dalam benak Berjuta maaf yang tak sempat terucap Terngiang kalimat jahat yang banyak terucap Tuhan… Ku…
Selengkapnya...

Seperti Kita?

Ya ta ya ta ocehnya Apaan? Saut sang puan Ya ta ya ta Kamu sakit? Mau makan? Mau buang air? Ya, silahkan Lurus saja, setelah itu belok kanan Ah bukan, ya ta ya ta Kangen? Aih iya, mau ngajak jalan ya? Ayo! Bentar ganti baju dulu Sang…
Selengkapnya...