Sat, 24 February 2024

Acara Perdana Getih Festival : Budayakan Hidup Bebas Tapi Bukan Arti Bebas Yang Negatif

Reporter: Siti Mariyam | Redaktur: Siti Barkah | Dibaca 115 kali

Mon, 18 July 2022
Acara Perdana Getih Festival (Sumber : Siti mariyam/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA- Himpunan mahasiswa Ilmu Hukum UIN Bandung menyelenggarakan Acara Perdana Getih Festival sebagai kebebasan berekspresi lewat aksi seni yang bertepat di aula Teras Sunda, Sabtu (16/7/2022).

Acara Perdana Getih Festival sendiri merupakan sebuah impian dari para anggota Badan Semi Otonom Getih dari HIMA Ilmu Hukum karena proses perancangan yang berlangsung dari periode ke periode dan baru terealisasi saat ini.

Mengusung tema  ‘Mugi Kawula Bebas’, ketua atau Panglima Getih, Munawar Muhammad turut memberikan makna dari  tema yang diusung.

“Terkadang kita kan hidup itu sering banyak keterbatasan, ya, maka di Getih ini kita budayakan hidup bebas tapi bukan arti bebas yang negatif, tetapi bebas disalurkan dalam berkarya seni,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Sabtu (16/7/2022). 

Ia kembali mengatakan jika persiapan dari acara Getih Festival ini telah dirancang sejak awal Januari. Kendati demikian, dalam merancang acara tersebut sempat tersendat oleh beberapa persoalan internal maupun eksternal. Ketua Pelaksana, Raihan Manda Putra juga turut menilai, permasalahan internal  tersebut berdasarkan aspek kedisiplinan dan kehadiran panitia.

Sementara itu, Panglima Getih, Munawar Muhammad kembali menambahkan mengenai persoalan eksternal yang dialami oleh Getih, salah satunya adalah pemilihan tempat. 

“Kita rencananya mau di kampus. Cuman karena di kampus katanya lagi ada pesona, ya, jadi bukan dilarang, ya tapi katanya belum bisa aja di kampus tuh,” jelasnya.

Maka dari itu, akhirnya pihak Getih pun memilih Teras Sunda yang dijadikan tempat untuk terselenggaranya acara ini. 

Acara ini dihadiri oleh para mahasiswa UIN Bandung dan juga terbuka juga untuk umum. Adapun universitas yang turut datang ke acara tersebut yaitu dari ISBI, Unisba, serta Unpad. Kemeriahan dari Parade band, seni tari tradisional, serta teater telah membersamai acara Getih Festival dari awal sampai akhir.

Mahasiswa Sastra Bahasa Inggris Zulfikar Husein yang menjadi salah satu penonton dari acara getih ini mengungkapkan ketertarikannya mengikuti acara Getih ini, yaitu dalam rangka memberikan dukungan atas kreativitas teman-temannya yang menampilkan karya terbaik di festival ini.

“Kalau selain nonton sih, ya, pertama pengen mengapresiasi seni yang mereka buat, kedua karena teman, ingin melihat karya mereka gitu ingin support temen”, ucapnya.

Tujuan utama dari terselenggaranya acara ini yaitu dalam rangka mempererat tali silaturahmi. Kemudian sejalan dengan tujuan utamanya, yaitu mempererat konektivitas dari angkatan ke angkatan, jurusan ke jurusan, serta membangun relasi dari luar kampus.

Terakhir, Ketua Pelaksana Raihan menyampaikan harapannya terkait acara perdana Getih Festival ini.

 “Harapan untuk Kedepan nya acara Getih Festival akan diadakan. kedepannya acara ini akan diadakan secara rutin yang diagendakan pada proker (program kerja) Hima (Himpunan Mahasiswa),” pungkasnya

 

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments