Sat, 24 February 2024

MB-KM UIN Bandung Tawarkan Pengalaman Belajar Lintas Kampus

Reporter: Hanisa Sutoyo/Suryadi | Redaktur: M.Rizky Pratama | Dibaca 216 kali

Mon, 7 March 2022
Ketua LPM UIN Bandung, Ija Suntana sedang memaparkan registrasi MB-KM UIN Bandung via Zoom, Jumat (4/3/2022)

JURNALPOSMEDIA.COM – Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM) UIN Bandung telah berjalan sejak Agustus 2021 lalu. Meski begitu, masih banyak mahasiswa belum mengerti dan paham secara memerinci program tersebut. Saat ini, baru sekitar 300 mahasiswa UIN Bandung yang mengakses program MB-KM di laman http://www.merdekabelajar.uinsgd.ac.id.

MB-KM sendiri ditujukan untuk mahasiswa semester lima ke atas dan hanya bisa mengambil sebanyak 20 Satuan Kredit Semester (SKS). Terdapat delapan program yang bisa diambil, yakni pertukaran mahasiswa, magang, proyek independen, asistensi mengajar, penelitian (riset), proyek kemanusiaan, wirausaha mahasiswa, dan membangun desa.

Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Bandung, Ija Suntana menegaskan, semua jurusan yang ada di kampus sudah tersedia di laman MB-KM. Selanjutnya, apabila mahasiswa ingin mendaftar, harus mengambil mata kuliah yang tidak ada di program studi mahasiswa itu sendiri.

“Sudah (semua jurusan tersedia), kalau mahasiswa ingin ikut MB-KM. Namun, prinsipnya itu mengambil mata kuliah yang tidak ada di Program Studi (Prodi) si mahasiswa itu sendiri. Misalnya, di prodi Jurnalistik ada mata kuliah filsafat ilmu terus mengambil mata kuliah filsafat ilmu di Ushuluddin, itu bukan MB-KM dan tidak diakui,” ujarnya ketika diwawancarai Jurnalposmedia melalui Zoom, Jumat (4/3/2022).

Cara Mendaftar MB-KM UIN Bandung

Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program yang masih di dalam lingkup kampus, dapat mendaftar melalui laman MB-KM langsung. Akan tetapi, apabila mereka ingin mengikuti kegiatan di luar kampus seperti magang dan pertukaran pelajar, mereka bisa mendaftar melalui program studi masing-masing.

“Kalau ingin mengikuti kegiatan di luar misalnya magang silakan bawa proposal ke prodi daftarkan ke dalam KRS,” lanjutnya.

Ija memperjelas, bagi mahasiswa UIN Bandung yang ingin mengikuti MB-KM di tempat lain, maka harus mendaftar melalui laman tempat penyelenggara. Sedangkan, mahasiswa dari kampus lain yang ingin berkuliah di UIN Bandung harus mendaftar melalui laman MB-KM UIN Bandung.

Pendaftaran ini dilakukan sebelum periode KRS supaya bisa mencantumkan ke dalam SKS yang diambil. Namun, jika sudah terlanjur melaksanakan KRS dan mengambil program atau mata kuliah, bisa mengajukan revisi KRS ke prodi masing-masing.

Pengalaman Mahasiswa Mengikuti MB-KM

Mahasiswa jurusan Sastra Inggris UIN Bandung, Siti Alawiyah membagikan pengalamannya selama mengikuti program pertukaran pelajar MB-KM. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dikembangkan dari program ini, salah satunya dalam hal pemberian informasi.

“Menurut pandangan aku, apa yang perlu dikembangkan dari program tersebut kalau dari pihak UIN lebih detail pada setiap informasi-informasi yang diberikan kepada mahasiswa. Kemarin kesannya agak terburu-buru dan kurang mendetail terkait informasinya,” ujarnya ketika diwawancarai melalui WhatsApp, Kamis (03/03/2022).

Meski begitu, Siti menilai, MB-KM ini sangat banyak manfaatnya. Ia bisa menggali ilmu lebih dalam di luar kampus dan mendapat banyak relasi baru, baik dengan sesama mahasiswa maupun dengan dosen.

Siti mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar yang dijalaninya tidak berbeda dengan yang ada di UIN Bandung. Kalaupun ada perbedaan, menurut Siti hanya berbeda di waktu pembelajarannya.

“Yang membuat berbeda mungkin waktunya, di UIN saya jarang mendapatkan waktu dari pukul ashar sampai maghrib. Namun, di Malang saya mendapatkan waktu dari ashar sampai maghrib dan dari jam tujuh hingga jam sembilan malam,” pungkasnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments