Sat, 1 August 2026

Perpustakaan UIN Bandung Hadirkan Workshop Canva Essentials untuk Pemula

Reporter: Nisrina Aulia Diena | Redaktur: Ravi Ahmad Maulana | Dibaca 452 kali

Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

JURNALPOSMEDIA.COM Perpustakaan UIN Bandung menggelar Workshop Canva Essentials untuk Pemula di Ruang Multimedia Perpustakaan UIN Bandung Kampus I, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kelas literasi yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan UIN Bandung.

Staf Bidang Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan UIN Bandung, Novella, mengatakan workshop tersebut diadakan untuk meningkatkan keterampilan desain digital peserta melalui penggunaan Canva. Menurutnya, Canva menjadi salah satu soft skill yang dibutuhkan di era digital saat ini.

“Canva adalah salah satu soft skill yang diperlukan saat ini. Banyak orang sudah menggunakan Canva, tetapi belum mengetahui seluruh fitur dan tools yang tersedia,” ujar Novella, Rabu (3/6/2026).

Novella menjelaskan Bidang Pendidikan dan Pelatihan merupakan bidang baru di Perpustakaan UIN SGD yang mulai berjalan sejak Maret 2026. Mulai April 2026, bidang tersebut rutin menyelenggarakan kelas literasi dengan berbagai tema, seperti koleksi jurnal, repository, reference manager, hingga Canva.

Ia mengatakan tema Canva dipilih untuk memberikan variasi materi kepada peserta. Selain digunakan untuk desain media sosial, Canva juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan presentasi dan kegiatan akademik lainnya.

“Canva tidak hanya digunakan untuk desain media sosial, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk presentasi dan kebutuhan perkuliahan lainnya,” tuturnya..

Selama workshop berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan Canva, prinsip-prinsip desain, penggunaan warna dan tipografi, hingga praktik membuat desain secara langsung. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai fitur Canva yang dapat mendukung proses desain digital.

Novella berharap workshop tersebut dapat menambah wawasan peserta dan membantu mereka mengembangkan keterampilan desain yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan akademik maupun nonakademik.

“Harapannya ada pengetahuan baru yang didapat peserta dan nantinya bisa dibagikan lagi kepada orang lain,” ujarnya.

Salah satu peserta workshop, Giats, mengaku mengetahui informasi kegiatan tersebut melalui media sosial Instagram Perpustakaan UIN Bandung. Ia tertarik mengikuti workshop karena ingin memperdalam kemampuan desain dari pemateri yang telah berpengalaman di bidang Canva.

“Saya ingin belajar lebih jauh dari orang yang memang sudah berpengalaman menggunakan Canva,” ungkap Giats.

Giats menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan sesi praktik menjadi bagian yang paling bermanfaat selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam berbagai kebutuhan akademik.

“Yang paling berkesan itu saat praktik langsung, jadi ilmu yang dipelajari bisa langsung diterapkan,” katanya.

Ia mengatakan keterampilan Canva yang diperoleh dari workshop tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kepanitiaan maupun pembuatan presentasi di perkuliahan.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama