JURNALPOSMEDIA.COM — GRADASI ASEAN 2026 diselenggarakan di UIN Bandung. Kegiatan ini merupakan pengembangan program tahunan Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab yang pada tahun ini menjangkau tingkat ASEAN. Kegiatan tersebut mengusung tema “Rekonstruksi Peradaban melalui Literasi Bahasa Arab sebagai Basis Identitas dan Intelektualitas.” Kompetisi tersebut melibatkan peserta dari berbagai instansi di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.
Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Tegar Rabbani, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih berdasarkan hasil riset dan analisis terhadap kondisi mahasiswa yang berfokus pada bidang Bahasa Arab. Menurutnya, sebagian mahasiswa masih memandang bahasa Arab sebatas keterampilan saja sehingga muncul kecenderungan mis-orientasi dan krisis identitas. Melalui kegiatan ini, panitia berupaya mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan bahasa Arab sebagai sarana pengembangan intelektual.
“Kami selaku panitia membuat satu terobosan, yaitu membawa GRADASI tahun ini ke tingkat ASEAN yang dilatari dengan jiwa kompetitif yang sudah semestinya kita kumpulkan agar dapat peluang yang lebih besar untuk mahasiswa Indonesia, pun ASEAN yang kita wadahi,” ujar Tegar saat diwawancarai Jurnalposmedia, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan diikuti oleh total 473 peserta dari 70 instansi yang berasal dari Indonesia, Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand. Sebanyak 13 cabang perlombaan dipertandingkan untuk kategori siswa, mahasiswa, dan umum. Persiapan kegiatan dilakukan oleh seluruh panitia selama kurang lebih empat setengah bulan sejak Februari 2026.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari. hari pertama diisi pembukaan dan grand opening, seminar, serta perlombaan. Hari kedua dan ketiga digunakan untuk pelaksanaan lomba, sedangkan hari terakhir sebagai puncak acara yang diisi dengan pembagian hadiah, apresiasi budaya, bazar buku, dan penutupan acara di Gedung Anwar.
Salah satu peserta cabang lomba munadzarah atau debat bahasa Arab, Zomantara Kasyaffa Hadi, melakukan berbagai persiapan sebelum mengikuti kompetisi. Persiapan dilakukan melalui literasi, observasi, dan latihan rutin bersama timnya yang berjumlah 3 orang.
“Kita persiapan satu minggu itu dua kali latihan, seminimal-minimalnya ada latihan online buat nyari data-data untuk lomba nanti.” ujarnya.
Menurut Kasyaf, keikutsertaannya dalam GRADASI ASEAN 2026 memberikan pengalaman berharga sekaligus mendukung pengembangan portofolio akademik. Ia memperoleh wawasan dari peserta lain serta melihat berbagai karya yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung.
“Ana merasa untuk improve portofolio kegiatan ini bagus banget, karena jenjangnya juga sudah di tingkat ASEAN. Juri-jurinya juga tidak ala kadarnya dan bisa dibilang mahir-mahir,” ungkapnya.
Salah satu peserta eksternal dari An-Nasyd UIN Yogyakarta, Seto Dwi Laksono, mengaku mendapatkan informasi kegiatan lomba ini dari instansinya. Seto juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa panitia-panitia dari kegiatan ini sangat ramah dan timing yang ditentukan juga sudah tepat. Ia juga mengatakan bahwa dirinya siap untuk kembali mengikuti kegiatan ini di masa mendatang agar dapat terus mengembangkan kemampuannya.
Dengan ini, diharapkan kegiatan GRADASI ASEAN 2026 dapat menjadi wadah terbentuknya ukhuwah Islamiyah bagi mahasiswa bahasa Arab di tingkat ASEAN. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi forum berbagi antarlembaga serta sarana untuk menumbuhkan kembali semangat kompetitif dalam ruang intelektualitas dan prestasi.















