Tue, 10 February 2026

Kilas Balik Aksi Demo Tuntut Keadilan untuk Ojol di Bandung

Reporter: Nida Rasya Kania | Redaktur: KHOIRUNNISA FEBRIANI SOFWAN | Dibaca 1113 kali

(Sumber foto: Dokumentasi pribadi)

JURNALPOSMEDIA.COM – Ribuan mahasiswa dari UIN Bandung, Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) gelar aksi demonstrasi di depan Polisi Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) pada Jumat (29/8/2025) kemarin. Aksi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dengan tuntutan utama keadilan bagi Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang kehilangan nyawa.

Pukul 14.45 WIB orasi dilakukan oleh mahasiswa kepada Polda Jabar. Demonstrasi tak berlangsung begitu lama, tetapi cukup membuat ricuh di sekitar jalan Soekarno-Hatta. Massa aksi demonstrasi ini mundur pada pukul 15.03 WIB dengan memecahkan kaca Gedung Polda Jawa Barat.

Salah seorang mahasiswi Unpad, Juwita mengatakan aksi ini merupakan bentuk ekspresi untuk menyuarakan protes kepada pihak kepolisian terkait kasus Affan Kurniawan.

“Menurut peserta demo, ini masalah serius, bukan sekadar soal ojol saja, tapi bisa menimpa masyarakat lain di masa depan. Karena itu, mereka merasa harus marah dan menyuarakan protes lewat aksi,” ungkapnya saat diwawancarai pada hari Jumat (29/8/2025)

Pukul 15.20 WIB massa aksi demonstrasi Polda Jabar berpindah ke Gedung DPRD Jawa Barat. Mahasiswa, ojol, pedagang, ibu-ibu dan masyarakat Bandung lainnya ikut serta meramaikan aksi ini. Dengan kondisi jalan yang lembab karena hujan, aksi demontrasi masih terus berlanjut dengan beberapa kericuhan berupa merusak pos polisi di samping Gedung Sate.

Salah seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Aji tiba di Gedung DPRD pada pukul 14.30 WIB dengan kondisi masih aman, orasi oleh mahasiswa dan ojol diserukan kepada DPRD. Tak lama setelah orasi, terdapat serangan gas air mata sebanyak lima kali dalam kurun waktu 10 menit.

“Akhirnya kami hanya berorasi bersama ojol. Di barat, ada massa yang marah karena kasus ojol yang kemarin terlindas. Tidak lama kemudian, saat sedang orasi, kami diserang gas air mata, jumlahnya lebih dari lima kali sekitar 10 menit. Saat itu massa langsung bubar, banyak yang kena gas air mata, suasana jadi ricuh,” jelas Aji.

Ia menambahkan, selama itu belum ada pihak aparat yang keluar dari gedung, hanya ada tentara yang hadir untuk menenangkan massa, namun kembali ke dalam karena demonstran terlalu banyak dan situasi belum bisa teratasi.

Pukul 16.12 WIB terdapat beberapa titik api di sekitar Gedung DPRD, di antaranya depan Gerbang DPRD, dan bangunan mess MPR yang terletak di depan Gedung DPRD. Belum diketahui siapa yang membakar. Seiring berjalannya waktu, api terus membesar dan melahap bagian depan bangunan mess MPR.

Lemparan gas air mata sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 15 menit membuat demonstran bergerak untuk mundur. Meski berakhir ricuh, massa tetap menegaskan, tuntutan utama mereka adalah keadilan bagi ojol, ekonomi yang tak kunjung membaik, dan kebijakan yang dinilai memberatkan rakyat.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments