Sun, 19 May 2024

Kukuhkan 13 Guru Besar, UIN Bandung Raih Rekor MURI

Fri, 27 November 2020
UIN Bandung
Rektor UIN Bandung saat menerima penghargaan rekor MURI pada Rabu, (25/11/2020).

JURNALPOSMEDIA.COM- UIN Bandung raih rekor MURI  atas pengukuhan guru besar terbanyak di Perguruan Tinggi Keagamaan pada Rabu, (25/11/2020).

Piagam penghargaan MURI No.9742/R.MURI/XI/202 diterima langsung oleh Rektor UIN Bandung, Mahmud dalam acara Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar yang digelar secara daring. Serta disiarkan langsung melalui kanal Youtube UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ada beberapa hal yang disampaikan Mahmud dalam sambutannya, diantaranya mengenai sikap kebijaksanaan yang menjadi lanjutan dari ilmu yang didapat, “Melalui pengukuhan ini, anggap (penerimaan) knowledge telah selesai. Selanjutnya, hal paling utama (yaitu) kearifan atau wisdom. Secara epistemologi, kebijaksanaan diperoleh melalui mujahadah hingga sampai (pada) ma’rifah. Dengan ini, maka profesor akan menjadi solusi. Kuatkan ilmu dan lanjutkan kearifan,” tegas Mahmud.

Lalu, rektor memberi pesan pada para guru besar, untuk tidak melupakan kampus UIN Bandung sebagai tempat mereka mendapat banyak pelajaran, “Sebutir padi ketika menjadi nasi, pasti ada banyak orang yang terlibat. Mulai pemilik lahan, petani, tumbuh menjadi padi, dan terus hingga menjadi nasi. Di situ banyak pihak yang terlibat. Kampus ini telah memberikan banyak hal sehingga seseorang menjadi sukses dan berhasil. Karena itu, pikiran, tenaga, dan segala hal dedikasikanlah untuk kampus,” lanjutnya.

Founder MURI, Jaya Suprana juga mengucapkan selamat atas rekor Muri yang didapat UIN Bandung karena prestasi dalam mengkukuhkan guru besar terbanyak di lingkup Universitas Islam di Indonesia. Adapun jumlah guru besar yang dikukuhkan berjumlah 13 orang, “Ini merupakan koherensi tugas perguruan tinggi sebagai wahana agen perubahan menghadapi tantangan zaman. Salah satu parameter perguruan tinggi adalah pencapaian jumlah dan karya para profesornya,” papar Jaya.

Sambutan lain juga datang dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Muhammad Ali Ramdhani yang mengungkapkan bahwa UIN Bandung sebagai episentrum peradaban, “Ini (pengukuhan guru besar) merupakan sebuah episentrum peradaban. Serta tentu bukan pencapaian yang instan. Saya juga mendengar ada 70 artikel mahasiswa yang tembus publikasi ilmiah melalui konferensi internasional,” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat beberapa hal yang paling utama untuk mengisi ruang-ruang literasi. Yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan fisik, serta kecerdasan spiritual. Ia melanjutkan, bahwasannya ruang agregasi dari semua itu bermuara pada kebijaksanaan sebagai tema besarnya, “Selalu berhati-hati, karena ucapan akan menjadi ilmu dan tindakan pasti menjadi contoh. Jangan berhenti belajar, sebab berhenti belajar maka kematian hakiki. Sedangkan mereka yang terus belajar maka pasti memiliki masa depan,” tutupnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments