Sat, 27 June 2026

Sociology Reading Jadi Langkah Awal RKTL Sociology Leadership HMJ Sosiologi UIN SGD Bandung

Reporter: Ine Sintiabela | Redaktur: Ravi Ahmad Maulana | Dibaca 17 kali

Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

JURNALPOSMEDIA.COM Departemen Pengembangan Aparatur Organisasi (PAO) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi UIN Bandung menggelar kegiatan Sociology Reading, Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian RKTL Sociology Leadership sekaligus untuk menumbuhkan budaya literasi dan mengembangkan jiwa kepemimpinan mahasiswa angkatan 2025.

Sekretaris Organizing Committee, Afada Nurfadillah, mengatakan bahwa kegiatan ini berangkat dari rendahnya minat literasi mahasiswa. Menurutnya, konsep membaca bersama dipilih agar aktivitas membaca terasa lebih menarik dan menyenangkan.

“Melalui Sociology Reading, kami ingin menunjukkan bahwa membaca tidak membosankan. Dengan membaca bersama, mahasiswa bisa saling berdiskusi dan menjadikan literasi sebagai kegiatan yang lebih seru,” ujar Afada saat diwawancarai Jurnalposmedia, Jumat (26/6/2026).

Ia juga menjelaskan, Sociology Reading merupakan tindak lanjut dari program Sociology Leadership yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan mahasiswa. Dalam program tersebut, mahasiswa angkatan 2025 belajar mengelola organisasi dan merancang program kerja, hingga akhirnya melahirkan kegiatan Sociology Reading.

“Melalui Sociology Leadership kami belajar bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, kita perlu banyak membaca. Dari situlah muncul gagasan untuk menghadirkan kegiatan ini,” katanya.

Salah seorang peserta, Dwi Diana Putri, mengaku tertarik mengikuti Sociology Reading karena konsepnya dinilai baru di lingkungan HMJ Sosiologi. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menyediakan berbagai pilihan buku, tetapi juga dikemas secara interaktif melalui sesi ice breaking sehingga suasana membaca tetap menyenangkan.

“Awalnya saya melihat semua peserta fokus membaca, lalu setelah itu ada ice breaking. Jadi tidak hanya membaca terus-menerus, tetapi juga ada suasana yang menyenangkan,” ungkapnya.

Dwi juga menekankan bahwa budaya membaca tetap penting di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

“Di era sekarang semuanya serba cepat dan serba AI. Namun, membaca buku tetap penting agar kita memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, bukan hanya informasi yang instan,” jelas Dwi.

Ke depan, Dwi berharap Sociology Reading dapat terus dikembangkan dan menjadi program kerja yang berkelanjutan sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat merasakan manfaatnya.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi program yang terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak mahasiswa agar dampaknya semakin luas,” harapnya.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama