JURNALPOSMEDIA.COM – Ketertarikan Muhammad Fauzan terhadap dunia keagamaan telah tumbuh sejak masa kanak-kanak. Kini, mahasiswa semester empat Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu berhasil menorehkan berbagai prestasi di bidang keagamaan berkat kerja keras dan dedikasi yang telah ia kerahkan.
Dimulai dari sebuah ruang bermain masa kanak-kanak. Fauzan sudah memiliki ketertarikan di bidang keagamaan sejak ia duduk di bangku kecil. Saat duduk di Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA), Fauzan telah aktif mengikuti berbagai lomba keagamaan, seperti tahfidz, pildacil, hingga puitisasi Al-Qur’an tingkat provinsi.
Baginya, bidang keagamaan bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi jalan untuk memperdalam dan memperluas ilmu agama yang sejak lama ia minati.
“Saya secara spesifik memilih dan menekuni kompetensi keagamaan ini, diantaranya karena yang pertama memang punya ketertarikan dan fokus belajar di bidang agama, karena ingin menjadi orang yang punya ilmu agama yang luas dan mendalam. Dari banyaknya pengalaman yang sudah dilewati. Ternyata dari pengalaman-pengalaman itu, oh ada yang berhasil, banyak yang berhasil. Nah hal ini menjadi alasan saya serius menekuni dan terus belajar untuk meningkatkan diri di bidang ini,” kata Fauzan saat diwawancarai Jurnalposmedia, Kamis (25/6/2026).
Dalam perjalanan meraih berbagai prestasi, Fauzan mengaku mendapat dukungan penuh dari orang tua dan para guru yang selalu membimbing serta memotivasinya.
“Tentunya orang tua, terutama ibu yang dari dulu selalu mendukung, kalau misalkan ikut lomba itu selalu mendoakan dan ngasih semangat. Kalau dari guru itu sejak SMA, yaitu Pak Syamsudin, guru Fikih dan BK. Bahkan setelah lulus SMA pun beliau masih ngajakin buat ikut lomba di Cianjur. Kalau di lomba Bahasa Arab tingkat provinsi, ada Ibu Milhah. Ada pun yang dari luar pembimbing sekaligus guru saya. Beliau Ustadz Miftah Nurul Ma’arif, yang selalu bawa saya kalau lomba ke luar daerah,” ujarnya.
Berbagai prestasi berhasil ia raih, mulai dari Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Kabupaten Cianjur, Juara 3 Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi Jawa Barat, Harapan 1 Hafalan 500 Hadits Tanpa Sanad Putra MTQH Provinsi Jawa Barat, Juara 2 Hafalan 500 Hadits Tanpa Sanad Putra MTQ Kota Tangerang Selatan 2025, Juara 1 Tahfidz Hadits Tingkat Nasional Gebyar Ilmu Hadits UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2026, hingga sejumlah penghargaan dalam cabang Hafalan 500 Hadits pada MTQ tingkat kabupaten, kota, dan provinsi.
Meski aktif berbagai perlombaan keagamaan, Fauzan menegaskan bahwa kuliah tetap menjadi prioritas utamanya di sela-sela ia mengikuti berbagai perlombaan di luar kota, bahkan provinsi.
“Ketika memang saya lagi banyak yang harus difokuskan di perkuliahan, itu saya tolak. Karena tadi ketika memang lomba ini sudah bisa mengganggu perkuliahan, ya lebih baik nggak usah. Tetap kuliah itu yang paling utama. Nah, kalau misalkan memang di perkuliahannya lagi senggang, saya ikut. Misalkan memang lombanya sudah mendesak dan deadline kuliah masih lama, maka kita prioritaskan yang lebih mendesak dulu,” pungkasnya.
Dibalik banyak prestasi yang telah diraihnya, perjalanan Fauzan tidak selalu berjalan mulus. Banyak rintangan yang telah dilewatinya. Ia mengaku pernah mengalami kegagalan dalam berbagai perlombaan, tetapi pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga baginya.
“Kalah dalam lomba itu adalah hal yang biasa. Saya percaya orang yang sering menang di perlombaan itu, justru sudah melewati lebih banyak kalahnya. Kalau saatnya kalah, nggak perlu sedih dan patah semangat. Saya yakin bahwa apa yang kita usahakan itu, hasilnya sudah dicatat sama Allah. Walaupun hasilnya nggak didapatkan saat itu juga, bisa jadi hasilnya Allah kasih nanti ketika usaha-usaha kita sudah banyak, Allah kasih hadiah dalam jumlah yang besar, Allah akumulasikan,” ucapnya.
Perjalanan Fauzan membuktikan bahwa prestasi tidak lahir dalam semalam. Dari ruang belajar kecil di TKA hingga berbagai panggung perlombaan tingkat nasional, ia terus melangkah dengan keyakinan dan percaya bahwa setiap usaha tidak akan pernah sia-sia. Bagi Fauzan, masa muda merupakan waktu terbaik untuk mencoba dan belajar, tanpa rasa takut terhadap kesalahan dan kegagalan. Ia berharap mahasiswa berani memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan potensi diri karena hal tersebut yang akan menjadi bekal kesuksesan di masa depan.















