Sun, 21 April 2024

Klinik Pratama UIN Bandung Pastikan Kampus Terbebas COVID-19

Fri, 27 March 2020
Dok. Humas UIN Bandung

JURNALPOSMEDIA.COM-Unit Pelaksana Teknis (UPT) Klinik Pratama UIN Bandung berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan. Terutama, dalam hal mengantisipasi kondisi darurat penyebaran wabah virus Corona yang membahayakan kesehatan warga kampus.

Langkah itu dibuktikan lewat dilaksanakannya serangkaian kegiatan dan pelayanan. Di antaranya desinfectan spray, pengobatan gratis, pembagian vitamin kepada tenaga Office Boy (OB), satpam, dan masyarakat sekitar. Tim klinik juga memasang cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di setiap ruangan pimpinan dan unit-unit pelayanan akademik.

“Kita terus berdaya upaya, untuk memastikan bahwa kampus UIN Bandung steril dan aman dari virus Corona yang mematikan itu,” ujar Kepala UPT Klinik Pratama UIN Bandung, Hamzah Turmudi, didampingi Sekretarisnya, Didi Sumardi, saat memasang hand sanitizer di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Jumat (27/3/2020).

Menurut Hamzah, klinik tidak hanya memberi pelayanan kesehatan terhadap mahasiswa dan segenap sivitas akademika. Namun, ikut ambil bagian dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran wabah penyakit di lingkungan kampus. “Dalam waktu dekat, kita akan menyiapkan alat pendeteksi suhu tubuh (thermo gun) di depan gerbang kampus,” katanya.

Atas nama pengelola Klinik Pratama, Hamzah memohon dukungan dari seluruh sivitas akademika agar ke depannya kampus UIN Bandung bisa memiliki bilik disinfektan atau bilik sterilisiasi portable yang dipasang di gerbang kampus. “Pokoknya segala hal yang menyangkut kepentingan semua akan kita lakukan sebaik mungkin. Semoga upaya ini menjadi kontribusi nyata dari Klinik Pratama untuk kampus dan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Menyinggung soal pengembangan Klinik Pratama, Didi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Pasca perubahan status dari Balai Pengobatan menjadi Klinik Pratama, klinik UIN Bandung memiliki dua dokter umum, apoteker dan asisten apoteker, bidan, serta perawat, Pemegang Uang Muka Kerja (PUMK), dan administrasi. Adapun pengadaan dokter gigi sedang dalam persiapan sesuai dengan surat izin operasional.

“Kami terus melakukan pembenahan, penataan agar bisa memberikan pelayanan prima kepada dosen, tenaga pendidik, mahasiswa dan masyarakat umum. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana,” tutup Didi.

Sumber: Rilis Humas UIN Bandung

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments