JURNALPOSMEDIA.COM — Sejak tahun 2018, telah diinisiasi sebuah program unik, yaitu Kelas Jurnalis Cilik oleh Syamsudin Ilyas. Kegiatan ini bertujuan memberikan wadah pembelajaran jurnalistik, khususnya foto jurnalistik, kepada anak-anak di wilayah Pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Ilyas mengungkapkan, anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang telah mampu membaca dan menulis, menjadi target utama dalam kegiatan ini. Bertujuan agar anak-anak memiliki dasar peliputan berita secara kreatif dan ringan, sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial serta kemampuan bersosialisasi.
“Kita memberikan wadah kepada anak-anak Cilincing ini biar mereka memiliki dasar sebelum mengenal seluk beluk peliputan berita atau lebih spesifiknya lagi foto jurnalistik,” ungkapnya pada Sabtu (13/9/2025) lalu.
Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun dengan durasi pembelajaran selama empat bulan. Pada bulan pertama, anak-anak dikenalkan pada teknik dasar penulisan berita 5W+1H dan reportase, kemudian pada bulan kedua diberikan pelatihan dasar fotografi.
Selanjutnya, pada bulan ketiga dan keempat, anak-anak melaksanakan praktik langsung melakukan peliputan berita dan pengambilan foto di lapangan dengan pendampingan relawan. Acara ditutup dengan pameran foto hasil karya anak-anak yang dihadiri oleh masyarakat, akademisi, dan pemangku wilayah setempat.
Pameran foto merupakan indikator keberhasilan program ini, karena dilihat dari antusiasme anak-anak dalam pameran karya dan keterlibatan mereka dalam kegiatan jurnalistik serta fotografi di luar program pembelajaran.
Adapun metode pengajaran yang digunakan selama pembelajaran berlangsung, yang bertujuan agar anak-anak dapat secara cepat mengingat metode pembelajaran tersebut.
Metode Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa dan Bagaimana (Adiksimba) merupakan metode yang sederhana dan menyenangkan untuk menghafal unsur-unsur berita, serta penggunaan kamera kardus sebagai alat simulasi latihan memotret sebelum menggunakan kamera sebenarnya. Pendekatan tersebut memungkinkan anak-anak belajar sambil bermain sehingga materi dapat lebih mudah diserap.
“Kita menggunakan metode adiksimba agar bisa diingat oleh anak-anak dengan metode-metode yang sesuai dengan anak-anak biar bisa melekat ke anak-anak,” jelas Ilyas.
Kegiatan ini berlangsung secara rutin setiap akhir pekan dan berpindah-pindah lokasi di wilayah Cilincing sesuai dengan kesiapan tim relawan. Meskipun kegiatan ini berjalan tanpa dukungan institusi resmi maupun pendanaan pemerintah, para relawan dan tim tetap berupaya menyediakan pengalaman belajar yang bermakna.
Selain bertujuan untuk melahirkan jurnalis profesional, kegiatan ini bertujuan memberikan bekal sosial dan kemampuan literasi media yang dapat berguna dalam kehidupan anak-anak di masa depan, tanpa mengharuskan mereka meniti karier di bidang jurnalistik. Inspirasi utama dari program ini adalah kebutuhan untuk mengajarkan hal-hal positif kepada anak-anak pesisir yang rentan terpapar masalah sosial, seperti penyalahgunaan narkoba sejak usia dini.
Di sisi lain, salah seorang volunteer, Fathul Habib Sholeh mengungkapkan program ini menjadi ruang ekspresi dan media pembelajaran sosial yang membuka peluang bagi anak-anak pesisir Cilincing untuk mengenal dunia media secara positif dan menyenangkan.
“Gunanya itu ngasih ruang lah buat temen-temen atau anak-anak di sana, karena mereka itu kan bisa dibilang termarginalisasikan, bahkan beberapa anak-anak di sana tuh ada yang ga sekolah,” ungkapnya pada Minggu (14/9/2025) lalu.
















