Mon, 17 June 2024

Adakan Kursus TOEFA dan TOAFL, LC UIN Bandung Ungkap Teknis hingga Biaya

Reporter: Siti Hanif F / Nur Zaida | Redaktur: Siti Barkah | Dibaca 582 kali

Fri, 29 July 2022
Sumber gambar: Website Language Center UIN Bandung

JURNALPOSMEDIA.COMPusat pengembangan bahasa atau Language Center UIN Bandung kembali menyelenggarakan kegiatan kursus persiapan ujian Test of English for Academic (TOEFA) dan Test Of English as a Foreign Language (TEOFL) yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2020.

Pelaksanaan kegiatan ini telah berlangsung sejak 25 Juli 2022 lalu dan dilakukan secara daring. Terdapat tiga bahasa yang menjadi bahan pembelajaran, diantaranya bahasa Inggris, Arab, dan Indonesia.

Ketua LC Abdul Kodir menjelaskan, sebelum pandemi, program kursus ini dilaksanakan secara tatap muka dengan pembagian dua kategori.

“Jika offline, untuk kursus bahasa Arab dan bahasa Inggris akan kita bagi dua, kita kategorikan sebagai Prodi Dirosah dan Prodi Non-Dirosah untuk memudahkan. Dirosah itu seluruh mahasiswa Ushuluddin masuk Dirosah, sedangkan seluruh mahasiswa Saintek masuk Non-Dirosah,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022).

Abdul Kodir kembali menjelaskan, tercantumnya ketiga bahasa yang menjadi program pembelajaran mahasiswa dalam kursus tersebut menambah tanggung jawab pihak LC terhadap kemampuan berbahasa mahasiswa.

“Kita bertanggung jawab untuk mengkoordinasi pembelajaran bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia di seluruh fakultas. Bertanggung jawab menyelenggarakan kursus, kemudian diberi tanggung jawab baru untuk melaksanakan ujian kemampuan berbahasa Arab disebut TOEFA dan Inggris disebut TOAFL,” ungkapnya.

Tidak Gratis Bagi Mahasiswa Yang Mengulang Kursus Ujian

LC UIN Bandung termasuk ke dalam Badan Layanan Umum (BLU) yang didanai oleh kampus melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dalam rincian anggarannya, pusat pengembangan bahasa hanya diberi jatah untuk program kursus sebanyak satu kali.

Hal tersebut berpengaruh pada kesempatan mahasiswa untuk mengikuti program kursus secara gratis yang hanya berlaku satu kali. Maka dari itu, bagi yang mengulang akan dikenakan biaya.

Abdul Kodir juga menegaskan, jika tarif dan transaksi pengenaan biaya tersebut tidak ditentukan dan dilakukan oleh pusat pengembangan bahasa, melainkan langsung bersangkutan dengan pihak.

“Bayarnya ke UIN. Kita tidak menentukan tarif, kita juga tidak mengelola uang cash. Anda bayar ke Bank dan itu rekening rektor,” ungkapnya, Rabu (27/07/2022).

Harapan Untuk LC UIN Bandung Kedepannya

Selaku ketua Language Center UIN Bandung, Abdul Kodir menaruh harapannya agar kegiatan kursus ini dapat dimaksimalkan dengan baik oleh mahasiswa untuk mencapai target kelulusan dalam menguasai bahasa yang diprogramkan.

“Kita siapkan fasilitas untuk mahasiswa meningkatkan keterampilan itu. Jadi saya ingin ini dimanfaatkan betul dan tidak dianggap beban,” ujarnya.

Disamping itu, selaku mahasiswa UIN Bandung, Asep mengungkapkan, kursus ini sangat penting untuk memahami dan menunjukan kemampuan berbahasa mahasiswa.

Ia juga menaruh harapan agar kursus LC UIN Bandung ke depannya dipersiapkan pelaksanaannya secara offline karena sering terkendala jaringan.

“Semoga kedepannya tidak ada lagi tes online, supaya maksimal mengerjakannya,” ungkapnya.

Mahasiswa Keluhkan Jadwal Kursus Di Waktu Liburan

Mahasiswa yang telah memasuki semester empat diwajibkan mengikuti kursus sebanyak 16 kali pertemuan dan dilaksanakan ketika libur semester. Sementara itu, pihak LC UIN Bandung menyesuaikan jadwal tersebut dengan tahun anggaran.

Abdul Kodir menambahkan, mengenai alasan tersebut dikarenakan tidak adanya waktu luang jika mengikuti kalender akademik bersamaan dengan program kegiatan LC yang padat.

“Menyesuaikan jadwal dengan ruang kosong di fakultas jika sedang berlangsung kegiatan akademik tidak boleh bentrok. Nah, ketika waktu libur kita manfaatkan karena kegiatannya sangat padat,” ujarnya. Rabu (27/7/2022).

Disamping itu, terkait keluhan mahasiswa yang kontra terhadap penetapan jadwal kursus, Ia menegaskan bahwa meskipun perkuliahan diliburkan, namun kegiatan akademik harus tetap berjalan.

“Selama mahasiswa kuliah kegiatan akademik itu penuh. Kewajiban mahasiswa itu bukan menikmati libur, libur bukan berarti berhenti belajar. Kan gak begitu,” pungkasnya.

 

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments