Sun, 12 July 2026

Surga Tersembunyi Pecinta Pedas: Menguji Nyali di Seblak Prasmanan Seuhah

Reporter: YUSTIKA SIDDIQIYATUL KAMILAH/MAGANG | Redaktur: ANGGIA ANANDA SAFITRI | Dibaca 714 kali

(Sumber foto: Yustika Siddiqiyatul Kamilah/Magang)

JURNALPOSMEDIA.COM – Meningkatnya tren makanan pedas mendorong banyak inovasi kuliner, salah satunya Seblak Prasmanan Seuhah yang berlokasi di Manisi, Bandung. Tempat ini menjadi incaran para pecinta rasa pedas yang ingin meracik sendiri sensasi seuhah dalam semangkuk seblak.

Berbeda dari tempat lainnya, Seblak Prasmanan Seuhah menggunakan centong sebagai takaran sambal, bukan sendok. “Ditempat lain biasanya pakai sendok, di kita mah centong, jadi level satu juga udah seuhah,” ujar karyawan warung, Fitri Andini saat diwawancarai di lokasi pada Jum’at (23/5/2025).

Fitri menjelaskan, nama Seuhah diambil dari kebiasaan orang Sunda saat kepedasan. Awalnya, usaha ini hanya menjual seblak seperti biasa. Namun karena semakin banyak pengunjung, konsepnya berubah menjadi prasmanan agar pelanggan bisa memilih sendiri topping sesuai selera. “Anak-anak muda senang kalau bisa pilih sendiri, apalagi banyak pilihan kerupuk dan frozen food,” lanjutnya.

Salah satu keunggulan dari tempat ini adalah adanya kuah asam manis yang menjadi ciri khas, selain rasa pedas yang menggigit. “Bumbu asam manis ini jadi keunikan kita juga, karena kalau seblak original mah biasa aja,” katanya.

Fitri juga menambahkan, konsep prasmanan dan kebebasan memilih ini menjadi strategi untuk menarik berbagai kalangan.

Pelanggan bisa memilih topping, menulis permintaan level pedas, jenis kuah, hingga minuman di kertas pesanan. Harga pun sangat terjangkau, mulai dari Rp 5.000 tanpa minimal pembelian. Cabang ini merupakan cabang kedua setelah lokasi utama di Cinangka, Ujung Berung. Tempat ini ramai dikunjungi mahasiswa karena dekat dengan Kampus UIN Bandung dan lokasi strategis di pinggir jalan.

Sementara itu, Pelanggan Setia, Nur Alfi Laili, mengaku awalnya datang karena penasaran. “Aku pecinta seblak, pas tahu ini prasmanan jadi makin tertarik karena bisa milih sendiri. Awalnya coba, lama-lama langganan,” ujarnya.

Menurutnya, selain rasa yang pedas dan kaya akan rempah, tempat ini juga nyaman dan cocok untuk berkumpul bersama teman. “Kuahnya tuh nendang, rempah dan kencurnya terasa, ga sekadar asin manis doang. Dari penyajiannya juga unik, pakai wajan kecil gitu,” jelasnya.

Alfi juga menyebut konsep prasmanan membuat pengalaman makan jadi lebih seru. Ia bahkan sering datang hingga tiga kali seminggu. “Seblak tuh obat stres, obat pusing, pokoknya segalanya. Tempat ini juga cocok buat hangout,” tutupnya.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama