Wed, 29 April 2026

Anggun: Keterbatasan Ekonomi Bukan Penghalang untuk Mengejar Mimpi

Reporter: DILASTI ALMAIDAH PUTRI | Redaktur: ANGGIA ANANDA SAFITRI | Dibaca 1020 kali

(Sumber foto: Dokumentasi Pribadi)

JURNALPOSMEDIA.COM – Anggun Amelia, namanya dikenal luas di kalangan aktivis dan pelajar berprestasi, terutama di tempat tinggalnya, Kabupaten Bekasi. Sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah, Anggun sangat aktif di berbagai organisasi sekaligus menorehkan prestasi gemilang. Ia juga memiliki keistimewaan berupa suara yang khas dan merdu saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Kini, Anggun tengah menempuh pendidikan tinggi di Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) program studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Namun, perjalanan Anggun untuk sampai di titik ini bukanlah tanpa hambatan.

Perjuangan Meraih Kepercayaan (Restu) dari Orang Tua

Di balik statusnya sebagai mahasiswi, tersimpan sebuah kisah perjuangan yang mengharukan. Ketika ia memutuskan untuk melanjutkan kuliah, Anggun sempat terganjal restu orang tua karena adanya kendala faktor ekonomi. Bagi banyak orang, rintangan finansial mungkin bisa memutus harapan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Anggun. Ia teguh pada mimpinya dan terus berjuang meyakinkan orang tuanya.

Anggun menyampaikan bahwa ia akan berusaha mencari beasiswa dan berbagai bantuan pendidikan demi meringankan beban keluarga, dan rela pulang-pergi ke kampus, asalkan bisa kuliah.

“Aku benar-benar bersikeras ngeyakinin Bapak bahwa aku akan usaha sebisa mungkin untuk dapat beasiswa Kip-K agar biaya kuliah itu nggak terlalu berat dan aku juga bilang kalau nggak boleh ngekos aku nggak masalah pulang pergi setiap hari, yang penting aku bisa kuliah dan nggak berhenti di tengah jalan,” ungkapnya saat diwawancarai Jurnalposmedia secara online, pada Kamis (11/12/2025).

Keyakinan dan tekadnya yang kuat inilah yang akhirnya meluluhkan hati orang tuanya dan mengantarkannya ke bangku perkuliahan. Pengorbanan jarak dan waktu yang ia pilih adalah bukti nyata dari komitmennya, menjadikannya inspirasi bagi banyak orang yang menghadapi keterbatasan serupa.

Antusiasme Anggun yang Aktif Berorganisasi Non-Akademik

Kehidupan Anggun selama masa perkuliahan diwarnai dengan keterlibatan intensif dalam berbagai organisasi yang mendalam, menjadikannya figur sentral dalam membentuk komunikasi dan gerakan positif di kampus. Ia tercatat aktif di Forum Komunikasi Data Kampus (FKDK), Internasional Hijab Soliday (IHS), dan Terbit Madani. Tidak hanya itu, komitmennya pada pengembangan diri juga terlihat dari keaktifannya mengikuti berbagai seminar dan webinar secara daring maupun luring.

Selain itu, Ia bersama rekannya berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Musabaqah Syahril Qur’an (MSQ) di tingkat nasional yang diselenggarakan di Kampus UNSIKA pada Jum’at (22/11/2024) lalu. Anggun mengungkapkan rasa bangganya kepada diri sendiri karena telah berhasil membawa nama baik kampusnya.

“Saya bangga banget bisa membawa nama baik kampus,” ungkapnya saat diwawancarai Jurnalposmedia secara online pada Kamis (11/12/2025).

Anggun juga menyampaikan bahwa ia memandang perkuliahan lebih dari sekadar kegiatan akademik di kelas, ia melihatnya sebagai kesempatan berharga untuk berkembang melalui organisasi dan perlombaan, di mana semua pengalaman tersebut memainkan peran krusial dalam perjalanan mahasiswanya.

Tak berhenti di lingkungan akademik, Anggun juga menjangkau komunitas di luar kampus, menunjukkan kepeduliannya pada pengembangan remaja dan sosial seperti komunitas Ikatan Remaja Masjid (IRMA), dan Grace Community. Menurutnya, aktif di luar kampus itu menjadi salah satu cara untuk tetap dekat dengan masyarakat, kemudian memperkuat silaturahmi dan memahami bahwa membantu orang lain itu membuat kebahagiaan tersendiri.

Menghadapi padatnya kegiatan, Anggun tidak pernah kehabisan akal. Ia menguasai seni manajemen waktu yang cerdas. Kunci keberhasilannya dalam menyeimbangkan akademik dan non-akademik terletak pada kemampuannya membuat skala prioritas. Ia selalu memastikan bahwa tugas yang paling penting dan harus segera diselesaikan mendapatkan perhatian utama, sehingga roda kehidupan perkuliahan dan organisasinya dapat berputar seimbang dan tanpa hambatan.

Di sisi lain, Anggun menyampaikan pesan kepada teman-teman yang sedang berjuang menempuh pendidikan agar terus berusaha dan percaya pada proses yang dilaluinya.

“Tetap kuat, tetap belajar, dan jangan jadikan keterbatasan ekonomi sebagai penentu masa depan kamu, tetapi jadikan itu sebagai motivasi untuk terus melangkah ke depan. Tetap percaya bahwa masa depan kamu bisa jauh lebih cerah dari kondisi kamu sekarang,” tuturnya.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama