Sun, 19 April 2026

Detik Mencekam di Korowai Batu: Smart Air PK-SNR Diserang Usai Menyentuh Landasan

Reporter: FITRI AWALIYAH | Redaktur: RIANITARI LATIFA | Dibaca 1220 kali

Sumber Foto: www.istockphoto.com

JURNALPOSMEDIA.COM – Insiden penembakan pesawat perintis Smart Air bernomor registrasi PK-SNR mengguncang wilayah Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026). Peristiwa tragis itu terjadi setelah pesawat mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, dan menyebabkan dua awak pesawat meninggal dunia.

Pesawat milik PT Smart Air Aviation tersebut menjalankan rute penerbangan perintis Tanah Merah (TMH) – Korowai Batu (DNW) – Tanah Merah (TMH). Dalam penerbangan itu, pesawat membawa 13 penumpang, yang terdiri dari 12 orang dewasa dan 1 bayi.

Dilansir dari Tempo.com, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman Laisa, menyampaikan bahwa pesawat lepas landas dari Bandara Tanah Merah pukul 10.38 WIT dan mendarat di Bandara Korowai Batu pada pukul 11.05 WIT.

“Berangkat pukul 10.38 WIT dari Bandar Udara Tanah Merah. Pada pukul 11.05 WIT pesawat mendarat di Bandara Korowai Batu, sesaat setelah mendarat pesawat mengalami penembakan” ujarnya pada, Kamis (12/2/2026).

Tak lama setelah mendarat, pesawat tersebut langsung menjadi sasaran serangan. Situasi berubah mencekam karena tembakan diduga berasal dari arah hutan di sekitar lapangan terbang. Akibat serangan itu, para penumpang dan awak pesawat dilaporkan berusaha menyelamatkan diri.

Dilansir dari Tempo.com, Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menjelaskan, penyerangan terjadi sesaat setelah pesawat mendarat, dan tembakan diarahkan ke pesawat dari sisi hutan di sekitar area bandara.

“Pada saat mendarat mendapat penyerangan berupa penembakan ke arah pesawat dari arah hutan samping area bandara,” ujarnya pada, Rabu (11/2/2026).

Dalam insiden tersebut, dua awak pesawat dinyatakan meninggal dunia, yakni Kapten Egon Erawan selaku pilot dan Kapten Baskoro Adi Anggoro sebagai ko-pilot. Aparat kemudian melakukan pengamanan wilayah serta memulai langkah evakuasi dan penyelidikan.

Sementara itu, seluruh penumpang pesawat dilaporkan selamat, termasuk bayi yang ikut berada dalam penerbangan tersebut. Para penumpang disebut merupakan warga setempat dan telah kembali ke rumah masing-masing, meskipun verifikasi lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh pihak.

Hingga kini, pesawat Smart Air PK-SNR masih berada di Lapangan Terbang Korowai Batu. Aparat gabungan terus melakukan pendalaman untuk memastikan kondisi keamanan serta mengungkap pelaku penembakan.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua memiliki risiko tinggi, baik dari tantangan geografis maupun situasi keamanan. Penguatan pengamanan dan koordinasi di wilayah rawan menjadi langkah penting agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

 

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama