Thu, 29 February 2024

Reak yang Tak Lekang oleh Zaman

Reporter: Solehan Yusuf | Redaktur: Zaira Farah Diba | Dibaca 127 kali

Sun, 22 May 2016
Kesenian Reak yang berlangsung di Kampung Cijambe, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, menarik perhatian warga sekitar. (Jurnalpos/Solehan Yusuf)
Kesenian Reak yang berlangsung di Kampung Cijambe, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, menarik perhatian warga sekitar. (Jurnalpos/Solehan Yusuf)

JURNALPOS Telah berlangsung sebuah kesenian tradisional Reak,  yaitu perpaduan kesenian antara reog, angklung, kendang pencak, topeng, sisingaan, kuda dan lain sebagainya, di Kampung Cijambe,Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (22/05/2016) Siang.

Peralatan kesenian yang digunakan antara lain, dogdog dan kendang yang terbuat dari kayu dan kulit, goong, terompet, dan kecrek. Pementasan diawali dengan penabuhan dogdog, beriringan dengan tetabuhan inimenandakan para pemain akan berjalan mengelilingi kampung, termasuk para penggendang dan pengegoong. 

“Kesenian ini masih bertahan hingga saat ini karena warga masyarakat Kampung Cijambe masih mempertahankan budaya ini, bahkan kesenian ini menjadi pekerjaan serius yang digeluti oleh sebagian warga kampung  ini,” UjarTokoh Adat Kampung Cijambe, Mbah Samin.

Kesenian Reak  hampir sering di adakan tiap minggu, dapat kita temui pada acara-acara tradisional sepertiKhitanan atau bahkan  hajat warga sekitar.

“Saya bangga dengan kesenian reak yang masih bertahan hingga zaman modern ini, saya juga berharap kepada generasi muda Bandung dapat melestarikan kesenian ini, tidak hanya di Kampung Cijambe saja,”kata Mbah Samin,Minggu(22/05/2016).

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments