Sun, 28 June 2026

Mohamad Abdul Malik, Sang Ajudan Gubernur

Reporter: Dhita Dewi Tri | Redaktur: Muhammad Fauzan P | Dibaca 922 kali

Mohamad Abdul Malik (Foto: Dokumen Pribadi)

JURNALPOSMEDIA.COM-Pemimpin dapat terlahir dimana saja dan kapan saja, salah satunya dialami oleh Mohamad Abdul Malik, atau orang-orang biasa memanggilnya Malik, mahasiswa UIN Bandung jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik. Berawal dari informasi salah satu temannya, Malik menjadi salah satu dari 30 orang ajudan Gubernur Jawa Barat yang telah menyisihkan 537 orang pesaingnya.

Jabar Future Leader adalah program yang diikuti lelaki berusia 23 tahun ini. Program tersebut mengajak seluruh millenial belajar bagaimana sistem pemerintahan pada era ini, bagaimana gubernur bekerja dan bagaimana gubernur mengambil keputusan. “Karena pekerjaan gubernur tidak seindah yang terlihat di instagram,” ucapnya.

Program ini bertujuan untuk menghasilkan ajudan gubernur yang bertugas selama satu minggu penuh. Tidak semata-mata memenangkan jackpot, terpilihnya Malik menjadi ajudan gubernur tentu saja melewati beberapa tahap. Tahap tersebut terbagi menjadi dua. Pertama adalah essay dan tahap kedua adalah video.

Kedua tahap tersebut menceritakan motif para peserta untuk menjadi ajudan gubernur. Dengan kecerdikannya, Malik memilih tema literasi media.

“Karena backround saya jurnalistik, saya ingin belajar dan berkontribusi kepada masyarakat lewat literasi media,” ucapnya lagi ketika ditemui Jurnalposmedia pada Sabtu (23/03/2019).

Malik juga menambahkan, panitia penyeleksian mungkin memilih para ajudan gubernur dari postingan instagram pribadi. Hal tersebut karena postingan instagram seperti menggambarkan pemilik akun tersebut.

Bertugas pada tanggal 13 sampai 19 Mei, otomatis Malik masih memiliki tugas mahasiswa aktif. Akan tetapi ia mengatakan dalam mengerjakan sesuatu, harus ada yang dikorbankan.

“Dalam melaksanakan apapun kita harus mengorbankan salah satu baik uang, keluarga, bahkan waktu,” ujarnya

Mengorbankan kuliah, Malik masih meminta izin kepada pihak kampus. Walaupun ia bertugas pada Mei mendatang, ia sudah mengetahui tugas utamanya ketika mendampingi gubernur selama satu minggu penuh. Mulai dari mengarahkan jalan,  mengarahkan duduk sang gubernur, bahkan sampai mengatur jadwalnya.

Malik selalu beranggapan bahwa menjadi ajudan gubernur akan dipenuhi dengan diskusi-diskusi. Meskipun tidak sesuai dengan ekspektasinya, Malik tetap menikmati karena menurutnya menjadi itu kepuasan tersendiri. Hal tersebut juga menjadi pembuktian apakah Gubernur Jawa Barat sesuai dengan apa yang dibicarakan masyarakat selama ini.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama