Sun, 10 May 2026

Pameran SRD UIN Bandung Sajikan Cerita dan Makna di Balik Karya

Reporter: Hana Azizah. F dan Fitri Awaliyah | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 98 kali

Sumber foto: Hana Azizah/Jurnalposmedia

JURNALPOSMEDIA.COM — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Rupa Desain (SRD) sukses gelar pameran seni bertajuk Study Pameran untuk calon anggota barunya selama tiga hari. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Selasa (4/5/2026) hingga Rabu (6/5/2026) yang berlokasi di gedung Student Center (SC) UIN Bandung.

Mengambil tema besar “Bertahan Hidup” dengan empat subtema, dua diantaranya adalah sublimasi dan anti-hero, judul tema yang mereka usung pun cukup menarik yakni “isuk kumaha? kumaha isuk”. Tema tersebut mereka ambil sebagai bentuk respon terhadap fenomena kehidupan sosial masyarakat yang tidak memberikan solusi langsung terhadap permasalahan sosial tersebut. 

Penanggung jawab acara, Japra mahasiswa jurusan Filsafat mengungkapkan bahwa pada acara pameran seni ini menjadi kegiatan bagi calon anggota UKM SRD untuk membuktikan kepada kemampuan jiwa seni mereka serta bentuk loyalitas mereka terhadap UKM SRD. 

“Di SRD, anggota baru yang masuk itu belum langsung menjadi anggota resmi. Mereka baru dikukuhkan sebagai anggota resmi setelah mengikuti pameran ini. Pameran seni ini menjadi salah satu program untuk melihat kualitas anggota itu sendiri sebelum nantinya mereka benar-benar berproses sebagai anggota sanggar. Selain itu, program ini juga digunakan untuk memastikan loyalitas terhadap sanggar, kapasitas pengetahuan, serta kemampuan berkesenian mereka,” jelas Japra saat diwawancarai pada Selasa (5/5/2026).

Menyuguhkan karya sebanyak 36 dari 18 artis yang telah melalui proses kurasi. Dalam  pengerjaannya, para artis menghadapi tantangan. Para anggota diberi waktu selama tujuh bulan, dengan tiga bulan pelatihan anggota dan empat bulan untuk proses membuat karya. Mereka juga diharuskan mengirim dua karya untuk ditampilkan dalam pameran ini.

Japra mengungkapkan, banyak kendala yang dialami para artis selama proses pembuatan karya, salah satunya adalah ketika konsep awal yang mereka usung dirasa kurang sesuai sehingga harus beralih pada ide baru.

“Beberapa artis mengalami kesulitan dalam proses berkarya karena konsep awal yang mereka buat ternyata kurang relevan di tengah perjalanan. Akhirnya, ada beberapa artis yang harus meninggalkan ide karya awal mereka dan bertransformasi ke ide-ide baru. Para artis harus memahami bahwa pengetahuan dan realitas itu terus berubah. Selain itu, bahan dan medium yang mereka gunakan juga bisa berubah,” ungkapnya. 

Salah satu calon anggota SRD, Haikal, menjelaskan karya yang dibuat dalam pameran ini berupa, seseorang perokok yang terlihat seperti diikat oleh kandungan zat dalam rokok tersebut sehingga sulit untuk berhenti.

“Jadi karya ini berbicara tentang bagaimana seseorang sebenarnya ‘dikendalikan’ oleh rokok itu sendiri. Karena dalam kandungan rokok terdapat banyak zat yang membuat seseorang terus-menerus merokok. Karya ini menggambarkan bentuk penyesalan seorang perokok, bagaimana dirinya sudah masuk ke dalam lingkaran rokok yang terus mengikat dirinya sendiri,”

Salah satu pengunjung pameran, Irene Desliana, mengungkapkan, bahwa seni yang ditampilkan bukan hanya di panjang, tetapi dijelaskan secara detail dan informatif oleh yang membuatnya.

“Pameran ini seru banget ya, apalgi ketika kita melihat salah satu karya, lalu orang yang membuat karya tersebut langsung menghampiri kita dan menjelaskan detail seni dan filosofi dari karya yang mereka buat. Sehingga pameran ini informatif banget kesannya,”

Dengan terselenggaranya acara ini diharapkan agar para calon anggota sanggar dapat menjadi insan rupa sejati sehingga mereka dapat mengikuti pameran lain di luar. Tak hanya berkembang di sanggar dan berharap seluruh anggota sanggar dapat lebih meningkatkan kemampuannya, selalu berinovasi dalam membuat karya-karya baru dimasa depan.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama