Fri, 15 May 2026

Kenyamanan Belajar Terganggu, Fasilitas UIN Bandung Jadi Sorotan Mahasiswa

Reporter: AZZAHRA FADILAH FUTRI | Redaktur: RIANITARI LATIFA | Dibaca 14 kali

Sumber Foto: Azzahra Fadilah Futri

JURNALPOSMEDIA.COM–Fasilitas kampus menjadi penunjang penting dalam kenyamanan mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Namun, kondisi fasilitas di UIN Bandung masih menuai berbagai keluhan dari mahasiswa. Permasalahan seperti AC rusak, parkiran semrawut, hingga Wi-Fi yang lambat masih sering dirasakan mahasiswa dalam aktivitas sehari-hari di kampus.

Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN Bandung, Jimi Malik Algiani, menilai beberapa fasilitas kampus memang sudah cukup baik. Namun, masih terdapat fasilitas yang kurang memadai, terutama pada ruang kelas. Menurutnya kondisi AC di beberapa ruangan kelas sering tidak stabil hingga mengganggu proses belajar mahasiswa.

“Kadang ada kelas yang terlalu dingin, ada juga yang panas. Kondisi itu membuat mahasiswa sulit fokus saat perkuliahan berlangsung,” ujar Jimi saat diwawancarai Jurnalposmedia, Selasa (12/5/2026). 

Di sisi lain mahasiswa juga menilai kurangnya pengawasan dan perawatan menjadi penyebab fasilitas cepat rusak.

“Hal itu berkaitan dengan birokrasi dan pengelolaan anggaran. Fasilitas yang rusak seharusnya segera diperbaiki dan dianggarkan. selain itu, pencairan anggaran jangan dipersulit,” ujar Jimi.

Selain ruang kelas, parkiran juga menjadi perhatian mahasiswa. Area parkir yang penuh membuat akses keluar masuk kendaraan menjadi sulit, terutama ketika kampus mengadakan sidang atau acara besar. Kondisi tersebut menunjukan bahwa fasilitas dasar mahasiswa masih membutuhkan pengelolaan yang lebih baik.

Mahasiswa Ilmu Politik UIN Bandung, Agil Aufan, juga menyoroti persoalan parkiran yang dinilai belum tertata dengan baik. Menurutnya, kendaraan sering parkir sembarangan karena lahan yang tersedia kurang memadai. Ia menilai kampus perlu menyediakan area parkir khusus agar lingkungan kampus lebih tertib.

“Kalau dibandingkan kampus lain di Bandung, banyak yang sudah memiliki basement parkir sehingga kendaraan lebih rapi dan tidak mengganggu aktivitas kampus,” ujarnya.

Tidak hanya parkiran, fasilitas penunjang lain seperti toilet dan   juga masih menjadi keluhan mahasiswa. Toilet kampus dinilai perlu perhatian lebih dalam hal kebersihan dan perawatan. Sementara itu, akses WI-FI kampus sering mengalami gangguan sehingga mahasiswa kesulitan mengakses kebutuhan akademik berbasis online.

Agil menambahkan, kesadaran mahasiswa dalam menjaga fasilitas juga masih kurang. Ia berharap kampus dapat meningkatkan sosialisasi terkait pentingnya menjaga fasilitas bersama. Selain itu, pihak kampus perlu melakukan pengecekan rutin terhadap fasilitas yang ada agar kerusakan dapat segera ditangani.

Permasalahan fasilitas kampus sebenarnya bukan sekadar persoalan kenyamanan semata. Kondisi fasilitas yang kurang memadai dapat memengaruhi efektivitas proses belajar mahasiswa. Ruangan yang panas, media pembelajaran yang rusak, hingga akses internet yang lambat atau menghambat kegiatan akademik.

Mahasiswa berharap UIN Bandung dapat lebih serius memperhatikan fasilitas kampus ke depannya. Perbaikan fasilitas dinilai penting karena mahasiswa telah membayar uang kuliah tunggal (UKT) sebagai bentuk dukungan terhadap layanan pendidikan kampus. Lingkungan belajar mahasiswa juga akan menjadi lebih nyaman, tertib, dan mendukung perkembangan akademik mahasiswa secara maksimal.

 

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama