JURNALPOSMEDIA.COM – Reinanda Rachil Layya Patradissa, Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik Universitas Islam Negeri Bandung (UIN), memiliki prestasi non-akademik dalam bidang permainan Mobile Legends (ML). Ratusan pertandingan telah dilalui olehnya sejak ia duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga saat ini.
Pencapaian terbesar yang diraihnya adalah berhasil masuk delapan besar bersama tim Vesaka pada ajang Battle of Gamehers (BOG) hingga maju ke babak playoff turnamen tingkat Asia Tenggara pada 2025 lalu. Ia juga tergabung dalam grup eksternal ML Ladies yang kerap kali mengikuti kegiatan turnamen-turnamen dengan grup lainnya. Selain di lingkup eksternal, ia juga ikut serta dalam kegiatan terbaru yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (DEMA-FDK) pada acara FIDKOMFEST 7.0 2026 hingga masuk ke semifinal.
Merasa rugi karena bermain ML hanya banyak menghabiskan waktu, ia-pun berpikir untuk dapat menghasilkan uang dari kemampuannya dalam bermain games tersebut.
“Karena aku kan udah lama ya main games ML ini dan aku tuh mikir kalau misalkan main selama ini tapi aku gak ngehasilin apa-apa itu kayak rugi banget, makanya aku coba untuk muter otak gimana caranya biar hobi aku, hobi main ML itu bisa menghasilkan uang,” ungkapnya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Rabu(13/5/2026).
Reinanda mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah harus mampu untuk menyeimbangkan waktu antara kewajibannya sebagai mahasiswi dengan tanggung jawabnya dalam hal e-sports sebagai pekerjaan. Sehingga ia terpaksa harus dapat multitasking dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
“Contohnya ketika aku nunggu match-nya dimulai aku bisa sambil makan, bisa sambil beres-beres dan bisa sambil nugas juga. Karena kalau ga kaya gitu cukup sulit untuk membagi waktu, makanya menurut aku, aku bisa membagi waktu itu karena aku bisa multitasking,” ungkapnya.
Hal ini disetujui oleh teman dekatnya yaitu Risma, yang mengungkapkan bahwa meskipun Reinanda memiliki tanggung jawab di e-sports, ia tetap mampu untuk aktif dalam pembelajaran di kelas.
“Selain jago main ML, Reinanda juga mampu membagi waktunya sebagai mahasiswi. Dia cukup bertanggung jawab terhadap tugas kuliah, baik itu tugas individu maupun tugas kelompok,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa multitasking perlu dilakukan saat keadaan mendesak supaya segala kegiatan ringan dapat dilakukan secara efisien. Tetapi multitasking juga memiliki batasan yang apabila dilakukan secara terus menerus dapat memiliki efek samping, seperti sulit fokus.
Satu hal yang selalu ia terapkan dalam prinsipnya adalah memprioritaskan akademik daripada hal lain yang hanya menjadi bagian hobinya saja. Karena utamanya kebanggaan orang tua ada pada prestasi akademik yang diraih. Selebihnya hanyalah bonus semata.
















