Tue, 28 April 2026

Kedai Nona Judes: Dari Rintisan Jadi Favorit

Reporter: SAHARA PUTRI AMILIANA/MAGANG | Redaktur: TSANIYA ZAHIRAH SHAFA | Dibaca 780 kali

(Sumber foto : Sahara Putri Amiliana/Magang)

JURNALPOSMEDIA.COM – Dari sebuah kontrakan kecil di sudut Kosan Barokah, Rancaekek, aroma bumbu kencur dan cabai mulai merebak dari toko Usaha Kedai Nona Judes.

Tampak sosok suami yang dengan sepenuh hati mendukung istrinya, yang sebelumnya hanya berperan sebagai ibu rumah tangga. Usaha Kedai Nona Judes lahir pada tahun 2023 dari keinginan sang istri untuk membuka usaha kecil demi membantu perekonomian keluarga.

Kesempatan itu datang saat ada tawaran kontrakan di sekitar rumah, yang kemudian dimanfaatkan untuk mulai merintis usaha seblak dari dapur sederhana.

Pemilik usaha Kedai Nona Judes, Juan menjelaskan, nama “Kedai Nona Judes” dipilih bukan tanpa alasan. Ia mengatakan, nama tersebut merupakan singkatan dari “Juara Pedes” yang mencerminkan cita rasa seblak andalannya, pedas dan mantap

“Milih nama ‘Kedai Nona Judes’ karena itu singkatan dari Juara Pedes, yang identik dengan rasa seblak yang lebih mantap jika pedas,” ujarnya  pada Sabtu, (24/5/2025)

Ia juga menjelaskan, proses pembuatan seblak bermula dari berbagai eksperimen yang dilakukan hingga akhirnya menemukan racikan bumbu khas yang kini menjadi cita rasa andalan di Kedai Nona Judes.

“Untuk resep bumbunya, istri saya sering bereksperimen dan mengutak-atik berbagai resep hingga akhirnya menemukan racikan khas yang menjadi andalan di seblak kami,” tambahnya.

Kedai Nona Judes memiliki keunikan dibandingkan tempat seblak lainnya, yakni pada variasi topping yang beragam serta pilihan menu tambahan seperti nasi goreng, bakso, dan aneka jajanan lainnya. Saat ini, usaha tersebut telah memiliki dua cabang, dengan cabang kedua berlokasi di Clomgado, Kabupaten Sumedang.

Perkembangan usaha ini tak lepas dari peran besar sang istri yang gigih dan konsisten dalam mengelola bisnis. Bahkan ketika usaha sempat mengalami penurunan, ia tetap mampu mengatur keuangan dengan baik dan berhasil mendorong pembukaan cabang baru.

Salah satu pelanggan Kedai Nona Judes, Lili Oktaviani mengungkapkan, penjual di kedai ini ramah dan pelayanannya memuaskan. Ditambah lagi, suasana sawah di sekeliling kedai memberikan rasa sejuk yang menenangkan.

“Sebenarnya saya sudah coba banyak tempat di sekitar sini, tapi ‘Seblak Nona Judes’ punya sesuatu yang beda. Selain rasa pedasnya kuat dan bikin nagih, kuahnya juga terasa gurih, bumbu kencurnya terasa, porsinya besar, dan harganya terjangkau,” ungkapnya.

Lili menambahkan, dari skala 1 hingga 10, ia memberikan nilai sempurna, yakni 10. Menurutnya, seblak di tempat ini memiliki cita rasa yang lezat, harga yang sebanding, porsi yang pas, serta topping yang lengkap, menjadikannya pilihan favorit bagi para pencinta seblak pedas.

Meski cukup sulit dan menjadi tantangan utama karena masyarakat belum banyak tahu tentang usaha seblak milik istri Juan. Seblak dipilih bukan sekadar usaha, tapi karena kenangan hangat yang sering dibuat istri di tengah kesederhanaan mereka.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama