Sat, 13 June 2026

Ketika Dunia Menjatuhkan, Kajian HMJ Sosiologi UIN Bandung Ingatkan Gen Z Tempat untuk Kembali

Reporter: FALAH CANTIKA | Redaktur: RIANITARI LATIFA | Dibaca 19 kali

Sumber foto: Falah Cantika/Magang

JURNALPOSMEDIA.COM Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi UIN Bandung menyelenggarakan Kajian Islami 2026 bertema “Ketika Dunia Menjatuhkan, Allah yang Membangkitkan” di Aula Abdjan Soelaeman, Kampus I UIN Bandung, Kamis (11/6/2026). 

Kegiatan ini diinisiasi untuk menjawab keresahan spiritual yang kerap melanda generasi muda saat ini. Ketua Pelaksana Kajian Islami 2026, Rendi Ari Setiawan, mengungkapkan bahwa pemilihan tema didasarkan pada segmentasi khalayak utama kampus yang didominasi oleh Gen Z. Melalui tema tersebut, penyelenggara berusaha menggali kedekatan emosional dengan dinamika kehidupan mahasiswa seusia mereka.

“Kita mencari tema yang relate dengan kehidupan kita. Sering kali kita dijatuhkan oleh dunia, baik dari circle kehidupan, kehidupan keluarga, tugas kampus, dan lain-lain, sehingga yang harusnya semangat di bangku perkuliahan malah menemukan kekecewaan pada diri kita. Sebagai mahasiswa dan muslim, jangan sampai kita berorientasi pada kesedihan kita punya Tuhan, Allah Swt.,” jelas Rendi saat diwawancarai oleh Jurnalposmedia, Kamis (11/06/2026).

Kajian rohani ini menghadirkan dua figur pembicara terkemuka, yaitu Ustadz Jojo Ali Yusuf atau yang lebih dikenal sebagai Ustadz Grind Boys dan Ustadz Wahyu Andi, seorang Qori Internasional. Selain penyampaian materi keagamaan, jalannya acara turut disemarakkan oleh penampilan dari Gambus Hameezan.

Rendi juga menjelaskan bahwa pemilihan para pengisi acara didasarkan pada gaya penyampaian materi yang adaptif.

“Tentu kita lihat dari gaya penyampaian yang sangat dekat dengan anak muda, sehingga relevan dan tidak kaku. Lalu ditambah Gambus Hameezan juga sebagai hiburan musik positif biar suasananya makin hidup dan islami,” tambahnya.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari persiapan yang matang kepanitiaan di bawah naungan HMJ Sosiologi. Panitia serta divisi terkait telah mempersiapkan rangkaian acara ini sejak jauh-jauh hari, dimulai dari proses riset mendalam hingga survei lapangan langsung guna mengantisipasi berbagai hal teknis secara matang.

Respons positif juga datang dari peserta, Adelzia. Ia mengaku awalnya datang karena mendapatkan arahan dari dosen perkuliahan. Kendati demikian, dirinya merasa bersyukur dan mengaku sangat tertarik dengan substansi materi yang disampaikan.

“Sebenarnya ini karena disuruh sama dosen aku, tapi ketika di sini jujur tertarik karena temannya yang relate sama kita-kita Gen Z. Pas kita memang lagi ada di titik terendah gitu, ya selalu harus ingat bahwa ada yang lebih besar dari masalah-masalah kita itu sendiri, yaitu Allah Swt.,” tutur Adelzia kepada Jurnalposmedia.

Ia juga mengapresiasi kerja keras penyelenggara dalam menyediakan akomodasi kegiatan. Menurutnya, fasilitas dan rangkaian acara yang disuguhkan tergolong baik, mulai dari proses penyambutan, penataan suasana aula, hingga sajian instrumen musik religi yang jarang ia dengarkan sebelumnya. 

Melalui kajian tersebut, Adelzia merefleksikan diri untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan berpikir positif dalam menghadapi problematika ke depan. 

Melihat penuhnya bangku peserta di dalam aula, Rendi menyampaikan rasa syukur mendalam atas tingginya antusiasme audiens. Ia berharap nilai-nilai yang disampaikan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kehidupan mahasiswa. 

“Alhamdulillah ya aula cukup ramai dan penuh. Harapan kami ya setelah peserta yang pulang dari sini enggak cuma dapat snack tadi ya, tapi membawa hikmah, memaknai, dan punya semangat baru yang lebih kokoh buat menghadapi masalah mereka masing-masing,” pungkasnya.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama