Fri, 12 June 2026

GenBI UIN Bandung Gelar BI Corner Season 3 Berkonsep Book Party

Reporter: Harun al-Rasyid | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 22 kali

Sumber foto: Harun al-Rasyid/Magang

JURNALPOSMEDIA.COM – Guna meningkatkan minat baca mahasiswa di era digital, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN Bandung menggelar acara BI Corner Season 3 di Perpustakaan UIN Bandung, pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang mengusung konsep book party ini bertujuan untuk mengubah stigma bahwa membaca adalah aktivitas yang kaku.

Ketua Departemen Education GenBI UIN Bandung, Ghea Ainun Zulfa menjelaskan bahwa konsep book party sengaja dipilih untuk memberikan variasi baru dari pelaksanaan edisi sebelumnya. Pihaknya ingin menciptakan wadah literasi yang lebih kreatif, interaktif, dan menarik bagi mahasiswa lintas jurusan.

“Kami ingin mahasiswa bisa bijak dalam mengelola informasi, menyebarkan informasi, serta menumbuhkan kebiasaan membaca buku fisik,” ujarnya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Rabu (10/6/2026).

Ghea menambahkan bahwa acara ini bersifat terbuka untuk umum tidak hanya terbatas bagi internal anggota GenBI saja, melainkan dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi di UIN Bandung tanpa terkecuali. Fasilitas ruang khusus bernama BI Corner yang disediakan oleh Bank Indonesia di dalam perpustakaan kampus dimanfaatkan penuh sebagai lokasi utama kegiatan.

“Keinginan besarnya agar mahasiswa bisa menyaring informasi dengan baik sebelum membagikannya kembali ke media sosial,” tutur Ghea

Salah satu peserta kegiatan, Muhamad Zakariya mengungkapkan bahwa metode membaca bersama secara serentak ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Menurutnya, konsep interaktif yang ditawarkan panitia membuat mahasiswa tidak merasa bosan selama berada di dalam ruangan.

“Membaca bersama itu lebih seru karena saat sharing session kita bisa mendapatkan insight baru dari rekapan buku teman-teman,” ujar Zakariya.

Zakariya menilai bahwa keotentikan buku dalam bentuk fisik memiliki nilai tersendiri yang tidak dapat digantikan oleh gawai pintar. Ketersediaan ruang diskusi dan sesi permainan (games) kelompok di sela kegiatan sangat membantu peserta dalam memahami materi literasi secara lebih mendalam.

“Mustahil rasanya menjadikan bangsa ini maju jika tingkat literasi membaca masyarakatnya masih tergolong rendah” tambah Zakariya.

Menurut Zakariya, kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi literasi, sesi tanya jawab, hingga kegiatan berbagi ulasan buku antarpeserta. Ia juga menambahkan bahwa ruang BI Corner yang nyaman membuat para mahasiswa menjadi betah menghabiskan waktu luang mereka untuk membaca.

Dengan adanya kegiatan ini generasi muda tidak melupakan keotentikan buku fisik di tengah dominasi media sosial seperti TikTok atau Reels. Dan merawat budaya membaca demi mendorong kemajuan bangsa.

 

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama