Sun, 28 June 2026

Jurnalistik Mengajar, Wujud Kepedulian Warga Jurnalistik Terhadap Pendidikan

Reporter: Tina Susilawati | Redaktur: Muhammad Fauzan P | Dibaca 1145 kali

Kegiatan Jurnalistik Mengajar di Yayasan Daarul Kautsar, Cipamokolan, Kota Bandung. Jurnalistik mengajar merupakan program Jurnalistik Peduli di bawah naungan HIima Jurnalistik Bidang Nalar dan Intelektual sebagai wujud nyata warga jurnalistik terhadap pendidikan di masyarakat. (Dokumentasi Pribadi)

JURNALPOSMEDIA.COM- Jurnalistik Mengajar atau jurjar merupakan salah satu program kerja (proker) dari Jurnalistik Peduli dibawah naungan HIMA Jurnalistik bidang nalar dan intelektual. Jurjar sendiri sudah  dua  kali dilaksanakan. Dimulai  dari  dibukannya volunteer pertama hingga volunteer kedua ini. Untuk volunteer kedua, jurjar diadakan  di Yayasan Daarul Kautsar, Cipamokolan, Kota Bandung yang merupakan rumah Al-Qur’ an dengan tujuan peduli pendidikan.

“Jadi awalnya ini dari  jurnalistik peduli ya atau jupe. Jupe membuat proker – proker, salah satunya adalah Jurnalistik Mengajar. Jurjar ini baru dilaksanakan dua kali.  Tahun kemarin dan tahun ini. Tahun kemaren belum dinamakan Jurjar, baru  dinamakan Jurjar ini waktu  tahun sekarang ya. Memarin namanya masih jurnalistik peduli pendidikan,” ucap Koordinator Jurnalistik Mengajar, Ayu.

Ayu pun menambahkan tujuan diadakannya jurnalistik mengajar ini adalah adanya kepedulian mahasiswa Jurnalistik akan pendidikan yang ada saat ini.

“Peduli Pendidikan ya dalam artian sebagai mahasiswa jurnalistik  juga kita memberi edukasi Pendidikan bagi anak anak yang membutuhkan. Berhubung kita mahasiswa Jurnalistik, jadi  materi yang kita berikan itu enggak jauh dari ilmu komunikasi jurnalistik itu sendiri. Mereka (anak-anak) disuruh untuk  kedepan untuk public speaking atau  disuruh untuk  berani berbicara lalu belajar seperti potret, menulis dan lain sebagainya,” tambahnya..

Pembina Yayasan Daarul Kautsar, Yusuf  mengaku sangat berterima kasih kepada mahasiswa Jurnalisti yang telah melakukan aksi nyata terhadap dunia pendidikan.

“Alhamdulillah ya.  Terimakasih sebelumnya kakak – kakak  dari UIN Bandung yang sudah luar biasa peduli pada anak – anak.  Sudah mau memberikan materi yang sungguh sangat luar biasa. Karena ini selama kami mendampingi anak – anak baru pertama kali ini ada mahasiswa ikut berkontribusi untuk  mencerdaskan, membangun karakter akhlak anak – anak  di madrasah kami ini,” ujar Yusuf

Menurutnnya, anak – anak sangat menanti kedatangan para mahasiswa disetiap minggunnya.

“Respon anak  anak sungguh luar biasa dan sangat antusias. Mereka mengapresiasi kakak – kakak  dari  UIN ini sungguh luar biasa. Kehadirannnya sangat ditunggu. Karena sudah terbangun  emosional  mereka  dengan kakak – kakak yang ikut hadir dalam acara ini,” terangnya.

Ia pun berharap agar acara jurnalistik mengajar ini akan terus menerus diadakan.

“Harapan  kami  acara  ini  terus berkelanjutan. Mungkin nanti untuk generasi selanjutnya bisa ditularkan karena generasi yang mengikuti ini akan melewati masa yang baru sehinngga generasi  yang baru akan merasakannya,” pungkas Yusuf.

 

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama