Mon, 22 June 2026

Listrik Padam di Jawa Barat, WALHI Dorong Pemerintah Percepat Transisi Energi

Reporter: Itsna Nursofiatun Ni'mah | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 31 kali

Sumber Foto: detik.com

JURNALPOSMEDIA.COM – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat dalam sepekan terakhir menjadi perhatian bagi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa ketergantungan terhadap energi fosil masih menjadi persoalan besar dalam sistem energi nasional.

Beberapa wilayah seperti Bekasi, Karawang, hingga Bandung Raya mengalami pemadaman listrik yang dilakukan oleh PT PLN. Berbeda dengan pemadaman sebelumnya, kondisi kali ini terjadi tanpa adanya pemberitahuan awal dari pihak terkait, sementara cuaca di sejumlah wilayah cenderung stabil. PLN menyebut pemadaman terjadi akibat penguatan dan pemeliharaan jaringan distribusi listrik.

Namun, Kampanye WALHI Jawa Barat, Fauqi, menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kendala teknis. Menurutnya, gangguan pasokan energi menunjukkan adanya masalah besar akibat ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, khususnya batu bara.

“Pasokan batu bara yang tidak terpenuhi menjadi gambaran kegagalan pemerintah dalam membaca kondisi geopolitik serta lemahnya proses negosiasi akibat konflik global,” ujarnya.

Fauqi menilai penyediaan energi seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga dipandang sebagai pemenuhan hak dasar masyarakat. Ia mendorong pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mengembangkan potensi energi alternatif di berbagai wilayah Jawa Barat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menyampaikan bahwa PLN mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik. Pemadaman di wilayah Bekasi-Karawang disebut berkaitan dengan gangguan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1 Power di Kabupaten Karawang.

WALHI menilai penggunaan energi fosil yang terus dipertahankan membuat sistem kelistrikan Jawa Barat rentan mengalami gangguan. Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi batu bara Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 836 juta ton. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

Selain persoalan pasokan energi, WALHI juga menyoroti dampak lingkungan dan sosial dari pembangunan pembangkit listrik berbasis fosil. Tim Advokasi WALHI Jawa Barat, Ajeng Pramudya, menyebut pembangunan pembangkit di wilayah seperti Indramayu, Cirebon, Sukabumi, dan Karawang turut memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar.

“Kerugian lingkungan dan hilangnya mata pencaharian masyarakat di sekitar lokasi pembangkit sering kali tidak diperhitungkan. Masyarakat justru ikut menanggung dampaknya,” jelas Ajeng.

Menurut WALHI, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap arah kebijakan energi serta mulai mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan agar sistem kelistrikan tidak terus bergantung pada energi fosil yang rentan terhadap gangguan pasokan dan mampu menjamin ketersediaan energi yang lebih stabil bagi masyarakat.

 

 

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama