Thu, 23 May 2024

Empat Tim Lolos ke Babak Semifinal Futsama 2018

Reporter: Muhammad Noor Fuad | Redaktur: Reta Amaliyah Shafitri | Dibaca 148 kali

Sun, 11 November 2018
Tim futsam SMK Progresia Cianjur dan SMKN 2 Cimahi saat jelang laga perebutan semifinal Futsama 2018, Sabtu (10/11/2018). (Muhammad Noor Fuad/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM–Empat tim lolos ke babak semifinal Turnamen Futsal Antar SMA (Futsama) 2018 di GOR Institut Teknologi Bandung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (10/11/2018). Empat dari delapan tim sekolah yang lolos yakni SMK Progresia Cianjur, MAN 1 Tasikmalaya, MAN 2 Kabupaten Bandung dan SMAN 1 Batujajar.

Pertandingan menuju babak semifinal dimulai dengan permainan dari tim SMKN 2 Cimahi melawan SMK Progresia Cianjur. Selama pertandingan, terjadi persaingan yang cukup sengit. Kedua tim bermain sangat ambisius, hingga harus adu penalti dan menghasilkan skor 3-2 yang dimenangkan SMK Progresia Cianjur.

Dalam konferensi pers yang digelar usai pertandingan, pelatih tim futsal SMK Progresia Cianjur, Febri Febrian (25) mengatakan, ini merupakan kali pertama timnya mengikuti turnamen futsal tingkat provinsi. Selain itu, Febri menuturkan,  demi mengikuti turnamen Futsama 2018, timnya harus meninggalkan pertandingan liga profesional, “Ini pertama kalinya SMK Progresia Cianjur mengikuti turnamen selevel provinsi meski harus meninggalkan pertandingan liga profesional,” ujarnya.

Disamping itu, salah seorang anggota tim, Muhammad Iqbal (16) mengaku senang dan terharu, tidak menyangka dapat bertanding sejauh ini. Ia juga mengatakan, turut andil dalam gelaran Futsama 2018 menjadi sebagian dari cita-citanya. Menurutnya, ia dan seluruh timnya dapat berada di posisi empat besar tidak luput dari doa kedua orang tua.

“Perasaan sangat senang dan terharu, tidak menyangka bisa sejauh ini. Saya jauh-jauh datang dari Cianjur kesini, ya sebagian jadi cita-cita saya juga,” jelasnya.

Selama jalannya acara, Ketua Pelaksana, Faiz Abdel (19) mengatakan, terdapat beberapa kendala seperti supporter yang tidak dewasa dan kurangnya perbaikan fasilitas GOR sehingga banyak kebocoran mengingat hujan deras yang mengguyur selama tiga hari ke belakang.

“Pertama banyaknya supporter yang tidak dewasa, jadi menghambat ke tim lain, seperti ada  Psywar (Psychological Warfare). Kedua, meskipun ini GOR internasional, tetapi tidak ada perbaikan dan perawatan sehingga GOR banyak yang bocor, juga kebetulan Futsama tahun ini digelar ketika musim hujan,” jelas Faiz.

Dengan segala kekurangan tersebut, Faiz mengungkapkan untuk laga semifinal dan final akan dipersiapkan lebih matang dan melakukan evaluasi semaksimal mungkin.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments