Wed, 22 April 2026

Angkat Isu Branding Digital, HMJ Akuntansi Syariah Gelar Seminar Kewirausahaan

Reporter: SAHARA PUTRI AMILIANA | Redaktur: NIDA RASYA KANIA | Dibaca 339 kali

Sumber foto: Dokumentasi panitia

JURNALPOSMEDIA.COM — Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Syariah menggelar seminar kewirausahaan pada Selasa, (14/4/2026). Dengan tema Digital Brand Playbook: Strategi Branding Digital, Tools AI, Kolaborasi, dan Digital Marketing. Kegiatan ini berlangsung di Aula Abdjan Soelaeman UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Seminar ini merupakan program tahunan Departemen Ekonomi Kreatif. 

Ketua Departement Ekonomi Kreatif, Ranti Afrilianti Rusli, seminar ini menyasar mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi Syariah sebagai peserta utama. Selain itu, kegiatan ini juga terbuka bagi seluruh mahasiswa UIN Bandung. Panitia turut mengundang pelajar serta pelaku UMKM sebagai peserta tambahan, guna memperluas jangkauan kegiatan agar lebih dikenal oleh masyarakat.

Tema seminar dipilih berdasarkan hasil pemungutan suara, sejumlah usulan dari Departemen Ekonomi Kreatif, serta evaluasi pelaksanaan seminar pada tahun sebelumnya. Ia menambahkan, topik yang diangkat juga disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan dunia bisnis saat ini.

“Selain itu, topik branding digital, tools AI, kolaborasi, dan digital marketing dipilih karena sesuai dengan kondisi bisnis saat ini. Banyak usaha yang berkembang cepat karena viral dan kolaborasi, sehingga hal tersebut yang ingin kami angkat dalam seminar ini,”  ujar Ranti pada Selasa, (14/4/2026).

Panitia mengakui terdapat sejumlah tantangan selama proses persiapan acara. Minat peserta cenderung rendah tanpa daya tarik seperti doorprize atau pemateri. Keterbatasan anggaran membuat panitia belum dapat menghadirkan pemateri besar. Selain itu, waktu pelaksanaan berbenturan dengan jadwal kuliah peserta.

“Sebenarnya kita juga melakukan seleksi beberapa kandidat yang sesuai dengan tema. Akhirnya ketemu Kak Dzulfikar Malik yang memang expert di bidang digital marketing. Beliau juga sudah terbiasa dengan dunia branding dalam kesehariannya, jadi sangat cocok dengan tema seminar yang dibawa,” ucap Ranti

Ia juga menambahkan bahwa materi seminar dapat diterapkan di berbagai bidang. Fokus utama mencakup digital branding untuk bisnis maupun jasa. Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk memulai usaha atau freelance dengan modal minim. Selain itu, materi juga berguna untuk meningkatkan traffic media sosial melalui konten dan AI.

Salah satu peserta seminar, Haifa Nur Jubaidah, mengatakan bahwa penyampaian materi dari pemateri mudah dipahami oleh peserta. Ia menilai pemateri benar-benar menjelaskan proses branding bisnis secara jelas dengan adanya perbandingan. Selain itu, gaya penyampaiannya santai sehingga lebih nyaman diikuti. Menurutnya, contoh nyata yang diberikan juga membantu peserta lebih mudah memahami materi.

“Nah aku ngerasa relate banget tuh waktu bahas “Kenapa sudah punya skill, tapi belum ada klien?”, aku pikir waktu jualan tuh “yang penting rajin posting”, tapi ternyata aku kurang di portofolio, jadi aku cuma posting foto produk tapi ngga pernah kasih testimoni pembeli gitu, ternyata testimoni itu juga penting buat menarik pembeli,” ucap Haifa.

Ia juga menambahkan bahwa setelah mengikuti seminar, ia berencana untuk kembali mengembangkan usahanya secara bertahap. Hal tersebut akan disesuaikan dengan aktivitas sehari-harinya. Selain itu, ia juga ingin mulai memanfaatkan AI untuk membantu membuat caption dan ide konten produknya.

Ranti berharap seminar ini tidak berhenti sebagai kegiatan satu arah, tetapi berlanjut ke program inkubasi atau workshop. Ia juga ingin kegiatan ini membantu mahasiswa dan UMKM mengembangkan usaha dengan modal minim. Selain itu, seminar ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa menjadi lebih mandiri dan memiliki jiwa pengusaha.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama