Sun, 28 June 2026

Diadakan sebagai Ruang Aduan dan Aspirasi Mahasiswa, Ketua Dema-U: Posbama untuk Membantu Permasalahan Mahasiswa

Reporter: Sopiyani Solihah dan Widi Dwi H | Redaktur: Zahra Pajriyanti A | Dibaca 1173 kali

Suasana pelaksanaan Posbama di Halaman Aula Anwar Musaddad UIN Bandung. (Sumber Foto: Sopiyani Solihah/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA – Bidang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) mengadakan pembukaan Pos Bantuan Mahasiswa (Posbama) sebagai ruang aduan dan aspirasi Mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Aula Anwar Musaddad UIN Bandung, Senin (15/5/2023).

Posbama merupakan salah satu program dari Kemenkumham Dema-U UIN Bandung. Program ini bertujuan memberikan pendampingan hukum, pengawal HAM, pembelaan, dan menindaklanjuti hak-hak mahasiswa UIN Bandung.

Ketua Dema-U, M. Arya Pradana mengatakan Posbama dihadirkan dengan tujuan untuk membantu permasalahan para mahasiswa.

“Tujuannya, Dema-U hadir di tengah mahasiswa untuk membantu permasalahan. Entah itu masalah kekerasan seksual, akademik, atau masalah lainnya di internal kampus,” ungkapnya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Senin (15/5/2023).

Lebih jelasnya, selain sebagai sarana aspirasi dan perlindungan bagi mahasiswa, Posbama juga merupakan wujud dari tugas Menteri Hukum dan HAM. Tugas tersebut ialah melindungi hak mahasiswa dengan landasan Ketetapan Senat UIN Bandung Nomor 4 tahun 2023 tentang Garis Besar Haluan Organisasi UIN Bandung Periode 2023-2024, dan BAB XIII tentang Tugas dan Fungsi Bidang Hukum dan HAM Dema-U.

Untuk alur pengaduannya sendiri, Posbama bisa dilakukan dengan dua cara yakni secara langsung dan tidak langsung. Pada teknis secara langsung, pengadu bisa menyampaikan aspirasi atau keluhan secara langsung kepada anggota Posbama. Sedangkan teknik pengaduan tidak langsung, bisa melalui Platform digital Posbama, bit.lyBilikAspirasiMahasiswa, Electronic Mail.

“Nanti secara online disediain website, untuk yang offline bisa ketemuan juga. Tapi secara khusus pos kami ada di sekretariatan Dema-U,” jelas M.Arya Pradana.

Ketua Sub Bagian Kemahasiswaan (Kasubag), Aep mengatakan sangat mengapresiasi dan mendukung program Posbama. Menurutnya, Program ini sebagai bentuk pengabdian yang merupakan poin ketiga dalam Darma Perguruan Tinggi.

“Gagasan ini sangat baik, posbama merupakan unsur pengabdian yang termasuk poin tiga darma perguruan tinggi. Tahun sebelumnya baru gagasan, dan sekarang di realisasikan,” ujarnya.

Aep berharap dengan adanya Posbama ini keluhan dan keinginan dari para mahasiswa dapat disalurkan dan terselesaikan dengan baik dan adil.

“Mudah-mudahan keluhan dan kemauan mahasiswa bisa terwujud dengan adanya posbama ini,” pungkasnya.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama