Sat, 15 August 2026

Tantangan Pendidikan di Cianjur Dorong PKBM Asri Paradista Hadir di Desa Sindangasih

Reporter: Anggia Ananda Safitri | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 117 kali

Sumber foto: Dokumentasi pribadi Kelompok KKN 184

JURNALPOSMEDIA.COM – Pendidikan masih menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat di Kabupaten Cianjur. Masih terdapat warga yang belum menyelesaikan pendidikan hingga jenjang menengah dan belum memiliki ijazah.

Kondisi tersebut mendorong Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Asri Paradista untuk memperluas akses pendidikan non formal. Salah satunya melalui kelompok belajar (Pokjar) yang berada di Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

Menjangkau Masyarakat yang Belum Terakomodasi

Kepala Sekolah PKBM Asri Paradista, Evi Nurlaeli, mengatakan kondisi pendidikan masyarakat menjadi salah satu alasan lembaganya hadir. Menurutnya, masih terdapat warga yang hanya menyelesaikan pendidikan SD atau SMP.

“Di Cianjur itu taraf pendidikan masyarakatnya masih rendah, banyak sekali yang hanya lulusan SD,” ujar Evi saat diwawancarai di PKBM Asri Paradista, Cianjur.

Selain warga yang tidak melanjutkan pendidikan, terdapat pula anak tidak sekolah (ATS). Evi menjelaskan, ATS terdiri atas warga yang belum pernah bersekolah, tamat tetapi tidak melanjutkan, dan putus sekolah.

Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab masyarakat tidak melanjutkan pendidikan. Selain itu, persoalan keluarga, lingkungan, dan kondisi pribadi juga dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan seseorang.

PKBM Asri Paradista kemudian berupaya menjangkau masyarakat yang belum terakomodasi sekolah formal. Peserta didik dapat mengikuti pendidikan kesetaraan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Membuka Akses Pendidikan di Desa Sindangasih

Kehadiran Pokjar PKBM Asri Paradista di Desa Sindangasih menjadi salah satu upaya menjangkau masyarakat secara lebih dekat. Menurut Evi, masih terdapat warga desa yang belum memiliki legalitas ijazah SD, SMP, maupun SMA.

“Di Desa Sindangasih itu hampir 50 orang sudah kami luluskan dengan beberapa usia,” ujar Evi saat diwawancarai di PKBM Asri Paradista, Cianjur.

Peserta didik yang mengikuti program tersebut memiliki usia dan latar belakang yang beragam. Bahkan, terdapat peserta didik berusia 37 tahun yang mengikuti Paket A karena sebelumnya belum memiliki ijazah.

PKBM Asri Paradista menyediakan tiga program pendidikan kesetaraan. Program tersebut meliputi Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.

Program tersebut tidak hanya ditujukan bagi anak usia sekolah. Masyarakat dewasa yang telah bekerja juga dapat mengikuti pembelajaran sesuai dengan waktu yang mereka miliki.

Pembelajaran Fleksibel bagi Peserta Didik

Salah satu keunggulan pendidikan kesetaraan adalah metode pembelajaran yang lebih fleksibel. PKBM Asri Paradista menerapkan pembelajaran tatap muka, penugasan mandiri, dan kelas online.

Metode tersebut memungkinkan peserta didik tetap belajar meskipun memiliki pekerjaan atau kesibukan lainnya. Pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi peserta didik tanpa menghilangkan proses pendidikan.

“Kalau sudah bekerja, kami masukkan ke kelas online,” ujar Evi.

Pada tahun ini, PKBM Asri Paradista memiliki sekitar 250 peserta didik. Mereka terbagi ke dalam kelas induk, Pokjar, kelas online, dan kelas mandiri.

Pembelajaran yang diberikan juga tidak hanya berfokus pada materi akademik. Peserta didik mendapatkan pembelajaran agama dan keterampilan, seperti menjahit, komputer, bahasa asing, serta hafalan Al-Qur’an.

Pendidikan Kesetaraan sebagai Upaya Meningkatkan Akses

Bagi Evi, keberadaan PKBM tidak hanya berkaitan dengan pemberian ijazah. Pendidikan kesetaraan menjadi ruang bagi masyarakat yang sebelumnya tidak mendapatkan kesempatan belajar melalui pendidikan formal.

Ia berharap masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Menurutnya, usia dan pekerjaan bukan menjadi penghalang untuk kembali mengikuti pendidikan.

“Kami mengajak masyarakat di Desa Sindangasih dan Desa Sukamulya untuk mendaftarkan diri di PKBM kami,” ujar Evi.

Keberadaan PKBM Asri Paradista di Desa Sindangasih menunjukkan peran pendidikan nonformal dalam menjangkau masyarakat. Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, masyarakat memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sesuai kondisi masing-masing.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pendidikan yang lebih baik. Sekaligus, keberadaan PKBM menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Cianjur.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama