Sun, 28 June 2026

Painting Workshop 2025: HMJ Sastra Inggris Berikan Ruang Ekspresi dan Pendalaman Seni untuk Menggali Potensi

Reporter: putri maharani kristiana | Redaktur: KHOIRUNNISA FEBRIANI SOFWAN | Dibaca 1884 kali

(Sumber foto: Putri Maharani Kristiana/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Inggris mengadakan acara Painting Workshop yang bertema “The Art of Painting as a Journey into the Depths of Expression”. Workshop ini menjadikan wadah bagi peserta untuk menggali potensi diri dan mengekspresikan perasaan mereka melalui seni lukis. Acara ini dilaksanakan di Gedung V, UIN Bandung, Sabtu (25/10/2025).

Acara ini merupakan bagian dari program kerja “Art Workshop” yang diadakan secara rutin setiap tahun, dengan tema yang berbeda untuk memberikan variasi dan inovasi. Tahun ini, tema melukis dipilih untuk menyesuaikan dengan kebutuhan ekspresi generasi muda masa kini.

Ketua pelaksana, Malika Almira, menjelaskan tema dari  “The Art of Painting as a Journey into the Depths of Expression” ini selain untuk mewadahi potensi diri, tapi juga untuk memberi ruang ekspresi mendalam dan kesulitan mengungkapkan perasaan melalui kata-kata. 

“Melihat di zaman sekarang itu banyak banget hal-hal yang memang sulit diungkapkan melalui kata. Maka dari itu, kita mewadahi mereka untuk menuangkan ekspresi diri mereka dan perasaan yang dirasakan,” jelasnya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Sabtu (25/10/2025).

Malika juga menjelaskan terdapat rangkaian kegiatan dan acara ini yang berisikan sesi materi dan praktek melukis.

“Tapi di sini kalau untuk acara utamanya itu ada pematerian yang disampaikan oleh Japra Gendeng, itu dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Rupa dan Desain (SRD) dan juga setelah pematerian itu ada praktek melukis,” jelasnya.

Adapun perlengkapan atau peralatan melukis yang sudah disiapkan dari acara tersebut, yaitu kanvas ukuran 30 x 40 cm, 2 kuas, cat akrilik, apron dan pallet.

Malika menyebutkan bahwa acara ini sebelumnya hanya menargetkan mahasiswa/i Sastra Inggris, namun adanya tujuan utama yaitu untuk mewadahi potensi-potensi dari mahasiswa/i yang lain.

“Sebenarnya kita awalnya nargetin buat anak-anak sastra inggris sendiri, selain untuk mencari seniman-seniman baru karena kita pengen ngembangin yang ada di diri mereka. Tapi, daripada kita cuman mewadahi anak sasing, kenapa ga cari audience dari luar juga. Karena kan ternyata banyak juga audience dari luar yang berminat,” ucapnya.

Salah satu peserta Painting Workshop, Zahara Claresta menjelaskan alasan ia mengikuti acara ini karena untuk mencari dan mencoba hal-hal baru.

“Aku tertarik untuk mencoba hal baru karena sebelumnya aku nggak terlalu tertarik sama painting, jadi aku pengen nyoba hal baru sih,” jelasnya.

Terakhir, ia juga menyebutkan adanya acara ini menjadi hal yang paling berkesan karena bisa menuangkan ekspresi yang dirasakan melewati painting dan juga berharap acara ini sering diadakan.

“Hal yang paling berkesan itu ketika kita mengekspresikan apa yang kita rasakan itu lewat painting dan aku harap ke depannya bisa lebih ramai lagi partisipannya dan juga lebih sering diadakan lagi sih,” harapnya.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama