Sat, 18 May 2024

Anggota Baru Teater Awal Tampilkan Amat Jaga

Tue, 9 April 2019

JURNALPOSMEDIA – Teater Awal UIN Bandung gelar studi panggung XXXI di Aula Abdjan Soelaiman, Senin (8/4/2019). Pementasan drama dengan naskah berjudul “Amat Jaga” ini merupakan penampilan pertama yang dilakukan oleh anggota baru Teater Awal.

Menurut Sutradara, Hilman Muhamad Fahlevi yang akrab disapa Kerod, drama “Amat Jaga” merupakan pertimbangan dari jumlah aktor yang sesuai. Yakni, anggota baru yang berjumlah 31 orang. Selain itu, menurutnya sesuai dengan kondisi saat ini, yaitu modernisasi mengorbankan tradisi.

Singkatnya, Hilman menjelaskan pementasan ini menceritakan tentang dua orang yang bernama sama yakni, Amat. Amat tinggal di sebuah kampung tradisi, kemudian terdapat perseteruan karena kedua Amat tersebut memiliki tugas yang berbeda. Amat sang penjaga Pabrik dan Amat yang mempertahankan tradisi kampungnya.

Hilman melanjutkan, Amat terus berjuang mempertahankan tradisi dan warganya yang kehilangan pekerjaan lantas memutuskan pergi ke kota untuk menemui pemerintah namun tidak mendapatkan hasil. Amat menjadi gila dan berani membakar pabrik serta membunuh para penjaganya.

“Hingga akhirnya, Amat dibunuh oleh orang suruhan juragan pabrik karena dianggap telah menyebarkan desas desus tahayul di kampung,” pungkas kerod.

Terdapat kendala dalam proses persiapan pementasan yang memakan waktu tiga bulan tersebut,

“Kendala yang terjadi adalah tempat latihan, karena masih terbatasnya ruang yang digunakan untuk berlatih sehingga beberapa kali berpindah tempat, bahkan sampai latihan di luar ruangan,” jelas Hilman.

Hilman berharap, para anggota baru tetap bersemangat dan tidak kapok pada pementasan yang pertama mereka lakukan.

“Semoga tempat pementasan selanjutnya lebih nyaman dan baik sehingga acara berjalan lancar tanpa ada gangguan suara dari luar,” tuturnya.

Pemeran utama studi panggung, Alan Alor memerankan tokoh bernama Amat yang berjuang mempertahankan tradisi. Alan menjelaskan bahwa dengan memerankan diri sebagai Amat dirinya merasa senang, dengan perjuangan mempertahankan tradisi kampung dari modernsiasi dan melestarikan adat istiadat.

Alan berharap, para apresiator dapat menerima dan menghayati bersama pesan-pesan moral dari naskah Amat Jaga, akan pentingnya desa, tanah dan tanaman seperti padi.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments