Tue, 21 May 2024

Sulit Berkonsentrasi Saat Pandemi, Hati-Hati Terserang Brain Fog

Reporter: Kurniawan Sidiq | Redaktur: Ghina Tsuroya  | Dibaca 199 kali

Mon, 10 May 2021
Brain fog
(Sumber: Korankaltim)

JURNALPOSMEDIA.COM – Hadirnya pandemi Covid-19 telah mengubah rutinitas masyarakat untuk melakukan aktifitas di luar rumah. Guna menghindari penularan virus, kini kebanyakan orang memutuskan untuk lebih banyak berdiam diri di dalam rumah. Namun tanpa disadari kebiasaan baru tersebut rentan mengundang hadirnya brain fog.

Brain fog atau kabut otak merupakan keadaan di mana pikiran serasa kosong seperti tertutup kabut. Akibat yang dirasakan berupa kebingungan, pusing, mudah lupa, hingga telat dalam berfikir.

Di masa pendemi, penting bagi kita untuk tahu lebih jauh seputar brain fog agar dapat melakukan pencegahan maupun cara mengatasinya.

Beberapa Penyebab Brain Fog dan Cara Mengatasinya

  1. Stres

Stres merupakan salah satu penyebab terjadinya brain fog karena memengaruhi kondisi mental seseorang. Stres menyebabkan kekebalan tubuh melemah sehingga membuat seseorang sulit untuk berpikir jernih. Di samping itu juga dapat membuat konsentrasi terganggu.

Stres saat pandemi bisa dipicu beberapa hal seperti kejenuhan akan sistem belajar daring,  kehilangan pekerjaan, atau karena faktor finansial.

Agar terhindar dari rasa stres, seringlah melakukan interaksi dengan orang-orang di rumah untuk menyegarkan suasana sebagai makhluk sosial. Bisa juga bercengkerama dengan teman yang jaraknya jauh secara daring. Ataupun sesekali pergi keluar rumah dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

  1. Kegiatan yang Monoton

Kurangnya stimulan dapat menyebabkan kerja otak tidak terlalu berkembang. Ketika di dalam rumah, kita jarang memperhatikan hal-hal baru yang biasanya kita serap ke dalam otak untuk ditafsirkan. Ini dapat membuat hilangnya stimulan yang biasanya membuat otak aktif bekerja.

Untuk mengatasinya kita dapat melakukan berbagai kegiatan di rumah seperti olahraga ringan atau berat, berkebun, dan bermain game asah otak.

Lalu membaca Al-Qur’an juga dapat menstimulus otak. Hal tersebut dikarenakan ketika membaca Al-Qur’an, kita cenderung fokus pada pengucapan makhraj huruf dan hukum tajwid. Begitu juga saat menghafalnya, otak akan bekerja optimal sehingga memperkuat daya ingat.

  1. Kurang Vitamin B12

Kurangnya mengonsumsi vitamin B12 dapat memengaruhi fungsi saraf seseorang. Berdasarkan penelitain yang dipublikasikan oleh The American Journal Of Clinical Nutrision, menemukan bahwa kekurangan vitamin B12 dapat mengurangi daya ingat seseorang. Beberapa sumber makanan yang mengandung vitamin B12 adalah ikan, telur, daging, hati, tempe, dan oncom.

Jika kita kurang suka berolahraga, setidaknya pola makan dan tidur harus djaga. Selain makanan yang mengandung vitamin B12, penting juga mengonsumsi asupan lain seperti karbohidrat dan protein. Pola tidur juga harus cukup guna mengistirahatkan tubuh dan otak.

Itu dia beberapa penyebab dan cara mengatasi brain fog. Tetapi saat gejala brain fog masih berlanjut, maka tidak ada salahnya untuk segera menghubungi psikiater.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments