JURNALPOSMEDIA.COM – Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto ditandai dengan meningkatnya deforestasi di Indonesia. Dilansir dari BBC News Indonesia, riset Auriga Nusantara mencatat 433.751 hektare hutan gundul sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Luas kerusakan hutan tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan 2024. Jika dianalogikan, area hutan yang hilang setara dengan sekitar enam kali Singapura atau hampir tujuh kali DKI Jakarta, yang menggambarkan besarnya skala deforestasi dalam satu tahun terakhir.
Ketua Auriga Nusantara, Timer Manurung, menyebut kondisi ini mengkhawatirkan. Ia menjelaskan bahwa deforestasi dipicu oleh aktivitas pertambangan, ekspansi perkebunan kelapa sawit, serta proyek strategis nasional seperti food estate yang mendorong pembukaan hutan dalam skala besar.
Selain itu, dikutip dari Katadata.co.id, deforestasi Indonesia pada 2025 meningkat sekitar 66 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sebagian besar deforestasi terjadi di kawasan hutan yang berada di bawah kendali pemerintah pusat dengan proporsi mencapai 71 persen dari total nasional.
Dilansir dari BBC News Indonesia, secara wilayah, Kalimantan Tengah menjadi daerah dengan deforestasi tertinggi pada 2025 dengan luas mencapai 56.999 hektare. Diikuti Kalimantan Timur sebesar 47.187 hektare yang juga menunjukkan tekanan tinggi terhadap kawasan hutan di Kalimantan.
Sementara itu, Aceh mencatat lonjakan paling drastis hingga 426 persen, dari 8.962 hektare pada 2024 menjadi 38.176 hektare pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan percepatan deforestasi yang signifikan dalam waktu relatif singkat.
Wilayah lain yang masuk dalam sepuluh besar antara lain Kalimantan Barat, Papua Tengah, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Utara, Riau, dan Papua Pegunungan. Sebaran ini menunjukkan bahwa deforestasi terjadi hampir di seluruh kawasan hutan utama Indonesia.
Jika dilihat secara global, Indonesia masih berada dalam lima besar negara dengan kehilangan tutupan hutan terbesar di dunia dalam dua dekade terakhir. Dikutip dari World Resources Institute, sekitar 32 juta hektare hutan Indonesia telah hilang akibat ekspansi industri, terutama perkebunan kayu dan kelapa sawit skala besar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan pengelolaan hutan di Indonesia masih menjadi pekerjaan besar yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku industri, maupun masyarakat.















