Thu, 20 June 2024

Fakta Dibalik Banyaknya Kebakaran Hutan di Indonesia

Reporter: Prise | Redaktur: Zahra Pajriyanti A | Dibaca 2510 kali

Fri, 17 November 2023
Ilustrasi by Pixabay

JURNALPOSMEDIA – Seolah-olah menjadi bencana, kebakaran hutan di Indonesia kini kian marak terjadi. Berita kebakaran hutan menjadi santer di berbagai jagat maya jika menjelang kemarau datang.

Kebakaran hutan merupakan suatu peristiwa kebakaran, baik alami maupun perbuatan manusia yang ditandai dengan penjalaran api dengan bebas serta mengonsumsi bahan bakar hutan dan lahan yang dilaluinya.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama periode Januari hingga Agustus 2023 luas kebakaran hutan Indonesia mencapai 267.935,59 hektare. Secara kumulatif, sudah melampaui karhutla sepanjang 2022.

Dampak dari Kebakaran hutan tidak bisa disepelekan. Kabut yang ditimbulkan akan mengganggu jalannya aktivitas dan yang paling parah tingkat penderita ISPA kemungkinan meningkat.

Penyebab kebakaran hutan bisa beragam, mulai dari faktor alam hingga faktor manusia. Faktanya, aktivitas manusia seperti membuka lahan dengan cara membakarnya bisa menjadi penyebab kebakaran hutan.

Lantas apa saja fakta-fakta penyebab kebakaran hutan di Indonesia? Mari simak artikel berikut ini untuk menemukan jawabannya.

  1. Musim Kemarau

Potensi terjadinya kebakaran hutan makin meningkat saat memasuki musim kemarau. Hal itu karena selama musim kemarau intensitas hujan berkurang bahkan mungkin sama sekali tidak ada hujan.

Tinggi rendahnya intensitas hujan berpengaruh pada jumlah kebakaran yang diidentifikasi dengan adanya titik panas (hotspot). Semakin meningkat jumlah hotspot yang ada maka makin rendah intensitas curah hujan. Iklim dan cuaca memiliki pengaruh terhadap kebakaran hutan karena memiliki korelasi yang saling berkaitan, diantara-nya yaitu:

  • Cuaca mengatur kadar air dan kemudahan bahan bakar hutan untuk terbakar
  • Cuaca memengaruhi proses penyalaan dan penjalaran kebakaran hutan
  • Iklim menentukan jangka waktu dan kekerasan musim kebakaran
  • Iklim menentukan jumlah total bahan bakar yang tersedia
  1. Angin

Salah satu faktor penting dari faktor-faktor cuaca yang menjadi kebakaran hutan yaitu angin. Angin menyebabkan kebakaran hutan melalui beberapa cara. Angin membantu pengeringan bahan bakar yaitu pembawa air yang sudah diuapkan dari bahan bakar.

Kemudian tiupan angin juga memperbesar kemungkinan membesarnya nyala api dari sumber seperti korek api, kilat dan obor. Sekali nyala api tersulut, seiring membesarnya tiupan angin maka kecepatan pembakaran dan perkembangan api akan meningkat.

  1. Pembukaan Lahan secara di Bakar

Kebakaran hutan juga disebabkan oleh tindakan masyarakat yang mengolah lahan pertanian dan perkebunan dengan menggunakan metode tebas-bakar yang dikenal sebagai slash and burn. Metode ini dipilih oleh masyarakat karena keterbatasan tenaga kerja, mobilitas lahan dan modal. Akibatnya salah satu metode penyiapan lahan yang paling mudah dan murah adalah pembakaran.

Sayangnya, pembukaan lahan dengan cara pembakaran ini menimbulkan risiko kebakaran hutan yang meluas. Oleh karena itu, metode penyiapan lahan tanpa bakar (zero burning) harus dijadikan sebagai solusi yang dilaksanakan dan ditetapkan.

  1. Kondisi Tutupan Lahan dan Jenis Tanah

Di beberapa daerah tertentu, seperti Sumatra dan Kalimantan, penyebab kebakaran hutan sangat dipengaruhi oleh kondisi tutupan lagan dan jenis tanah, ketersediaan biomassa. Hal tersebut yang menjadi komponen utama dari kebakaran. Musim kemarau yang ekstrem meningkatkan kemungkinan kebakaran hutan.

Jenis tanah juga berpengaruh pada kemungkinan kebakaran hutan. Salah satu ekosistem yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi adalah lahan gambut yang memiliki banyak material atau bahan organik. Bahan organik yang tertimbun secara alami dalam kondisi basah, tidak mampat dan hanya mengalami sedikit perombakan.

Secara alami kondisi lahan gambut selalu basah yang membuat sulit terbakar. Namun jika ada air di dalamnya, gambut akan sangat mudah kering. Gambut dikeringkan melalui pembuatan kanal-kanal yang tidak memperhatikan aspek hidrologis gambut. Itulah yang menyebabkan berabut rusak sehingga menjadi penyebab kebakaran hutan di musim kemarau.

  1. Letusan Vulkanik Gunung Merapi

Kebakaran hutan juga disebabkan oleh letusan gunung berapi. Lava panas yang mengalir dari letusan gunung berapi yang menyebabkan kebakaran. Lava juga dikenal sebagai leleran lava, yang merupakan cairan pekat dan panas yang memiliki kemampuan untuk merusak segala sesuatu yang dilaluinya.

Di Indonesia, leleran lava biasanya bergerak lambat, sehingga manusia dapat menghindarinya. Lava dapat membakar pohon dan semak belukar yang dilewatinya, meskipun bergerak dengan lambat. Apalagi, hutan yang luas mengelilingi beberapa gunung berapi yang masih aktif.

Alhasil meningkatkan kemungkinan kebakaran. Panas lava yang ekstrem dapat menyebabkan vegetasi terbakar dan menyebar, menyebabkan kebakaran hutan. Lava letusan gunung memiliki suhu tinggi, maka tidak sulit untuk membakar segala sesuatu yang dilewati, terlebih musim kemarau panjang sedang tiba.

  1. Api Unggun

Kebakaran hutan juga dapat disebabkan oleh tindakan manusia yang lalai, salah satunya api unggun. Beberapa momen ketika api unggun menjadi penyebab kebakaran hutan termasuk saat:

  • Jika api unggun dibiarkan tanpa pengawasan, mereka dapat membakar banyak benda di sekitarnya dan menjadi sangat besar, memicu kebakaran hutan.
  • Api unggun menjadi tidak terkendali. Beberapa orang mungkin tidak menyadari jika mereka membuat api terlalu besar, menyebabkan kebakaran hutan.

Beberapa Cara Yang Harus Dilakukan Untuk Mencegah Kebakaran Hutan

Setelah membaca artikel ini tentu kita menjadi tahu apa yang menyebabkan kebakaran hutan. Lalu apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya?

  1. Penyuluhan kebakaran hutan di setiap desa sekitar Kawasan hutan
  2. Pengadaan alat-alat pemadam dan penunjang kegiatan pemadam kebakaran
  3. Persiapan berupa pengecekan alat-alat pemadam kebakaran hutan
  4. Pembentukan satuan petugas kebakaran, termasuk pembagian tanggung jawab tugas jaga dan patroli di daerah rawan kebakaran
  5. Perumusan strategi untuk pemadaman kebakaran hutan
  6. Hindari pembakaran sampah di lahan atau hutan terutama saat angin kencang
  7. Jika sudah selesai melakukan pembakaran, pastikan api benar-benar sudah padam sebelum meninggalkan area pembakaran

Nah, itulah penjelasan tentang penyebab kebakaran hutan dan beberapa cara untuk mencegah pembakaran hutan. Kita harus menyadari bahaya dari kebakaran hutan. Kita harus lebih berhati-hati dan berusaha meminimalisir kemungkinan terjadinya kebakaran hutan.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments