JURNALPOSMEDIA.COM – Suasana Gedung Lecture Hall UIN Bandung dipadati ribuan peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) 2026 pada Selasa (10/6/2026). Calon mahasiswa dari berbagai daerah mengikuti seleksi yang menjadi salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Ujian dilaksanakan berbasis komputer dengan pengawasan panitia untuk memastikan proses seleksi berlangsung tertib, aman, dan transparan.
Sejak pagi, kawasan kampus dipadati peserta yang datang bersama orang tua maupun kerabat. Deretan kendaraan memenuhi area parkir kampus, sementara peserta menuju lokasi ujian dengan membawa kartu peserta dan perlengkapan yang diperlukan. Panitia terlihat berjaga di berbagai titik untuk memberikan arahan terkait lokasi ruang ujian. Suasana kampus tampak ramai namun tetap kondusif dengan peserta yang mempersiapkan diri sebelum memasuki ruang ujian.
Salah seorang panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Dodo, menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan ujian. Persiapan tersebut meliputi pengecekan perangkat komputer, jaringan internet, kesiapan ruangan, hingga pembagian tugas kepada seluruh panitia yang terlibat dalam pelaksanaan seleksi. Meskipun UIN Sunan Gunung Djati Bandung berperan sebagai lokasi pelaksanaan ujian, seluruh panitia tetap bekerja sama untuk memastikan ujian berjalan lancar.
“Persiapan yang kami lakukan meliputi koordinasi dengan berbagai pihak, seperti KTI-PD terkait kesiapan ruang ujian, komputer, serta jaringan. Setiap ruangan disiapkan dengan perangkat utama dan komputer cadangan. Selain itu, kami juga mengantisipasi kemungkinan gangguan listrik dengan menyiapkan genset serta mengatur kebutuhan parkir dan alur peserta agar pelaksanaan ujian berjalan lancar,” ujarnya saat diwawancara Jurnalposmedia (10/6/2026).
Selain memastikan kesiapan teknis, panitia juga menyediakan layanan informasi dan bantuan bagi peserta yang mengalami kendala selama pelaksanaan ujian. Panitia turut menyiapkan fasilitas pendukung bagi peserta berkebutuhan khusus agar proses ujian dapat berlangsung secara inklusif dan setara.
Salah seorang peserta, Intan mengaku telah mempersiapkan diri sejak beberapa bulan sebelum pelaksanaan ujian. Ia rutin mempelajari materi dan mengerjakan latihan soal secara mandiri untuk meningkatkan kesiapan menghadapi seleksi. Meski memiliki keterbatasan fasilitas belajar di pesantren, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk mengikuti ujian dan meraih kesempatan melanjutkan pendidikan di PTKIN.
“Sejak beberapa bulan lalu saya mulai mempersiapkan diri dengan mengerjakan soal-soal UMPTKIN tahun sebelumnya. Karena fasilitas di pesantren cukup terbatas, saya mencetak beberapa soal untuk dipelajari secara mandiri,” ujarnya.
Ia menilai fasilitas yang disediakan kampus sudah cukup memadai untuk menunjang pelaksanaan ujian berbasis komputer. Menurutnya, petunjuk yang diberikan panitia juga cukup jelas sehingga peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan lebih tenang dan fokus.
Pelaksanaan PMB UMPTKIN 2026 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung berlangsung tertib dan lancar hingga akhir sesi ujian. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan PTKIN.
Melalui penyelenggaraan PMB UMPTKIN 2026, diharapkan proses seleksi dapat terus berjalan secara transparan, profesional, dan inklusif. Baik panitia maupun peserta berharap pelaksanaan PMB pada tahun-tahun mendatang dapat semakin baik, didukung oleh fasilitas yang lebih optimal serta pelayanan yang semakin memudahkan calon mahasiswa dalam mengikuti proses seleksi.
















