Sun, 28 June 2026

Gemerlap Cahaya di Jembatan Warna Cihuni Garut

Reporter: Ihsan Mughni Hidayat/Magang | Redaktur: Ghina Tsuroya | Dibaca 1195 kali

Jembatan Warna Cihuni, di Kampung Cihuni Desa Gandamekar Kecamatan Kadungora, kota Garut. (Ihsan Mughni Hidayat/Magang).

JURNALPOSMEDIA.COM – Gemerlap cahaya lampu menghiasi jalanan Kampung Cihuni Desa Gandamekar Kecamatan Kadungora, Garut setiap malamnya. Lampu dipasang disetiap bambu yang telah disusun sedemikian rupa di samping jembatan. Suasana menjadi lebih indah dengan cat warna-warni yang didominasi warna merah tua dan hijau.

Kreativitas ini membuat jalanan kampung terasa lebih eksotis dan tidak terkesan kaku. Ide ini berawal dari warganya yang berinisiatif untuk menghiasi jalanan kampung agar tampak lebih resik dan indah. Yakni dari salah satu tokoh pemuda yang akrab dipanggil Ecep. Ia menuturkan bahwa karya ini dibangun atas kesadaran warga akan lingkungan sekitar.

“Kreativitas ini dibangun atas kesadaran akan kebersihan. Sekaligus menambah keindahan jalanan, dan ini semua hasil dari iuran warga setempat,” tuturnya, Selasa (25/8/2020).

Tujuan awalnya yaitu untuk menata lingkungan disekitar. Jalanan yang kini diberi nama “Jembatan Warna Cihuni” ternyata menyedot perhatian masyarakat untuk berfoto. Konsepnya yang unik mampu menjadikannya spot foto yang instagramable dan kekinian.

“Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas kreativitas warga cihuni. Selain karena menjadikan tempat ini bersih dan indah, tempat ini juga bisa menjadi spot foto untuk warga lain. Terlebih bagibagi  melewati jalan dan jembatan ini, khususnya untuk generasi milenial,” tutur Ihsan.

Tidak sampai disitu, keunikan juga terlihat pada tinggi bambu yang mencapai dua meter. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai. Adapun supaya tidak menyebabkan saluran tersumbat dan air menjadi kotor.

“Kita tidak mau lagi melihat warga membuang sampah ke sungai. Akhirnya kita buat ukiran bambu ini setinggi dua meter,” jelas Ecep.

Ecep berharap bahwa dengan adanya inovasi ini, masyarakat dapat terus merawat kebersihan lingkungan. Selain itu dapat serta menghentikan perilaku buruk buang sampah ke sungai.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama