Sun, 28 June 2026

Trotoar Cukup Lengang untuk Kata dan Kita

Reporter: Deni Arisandi/Kontributor | Redaktur: | Dibaca 804 kali

kata dan kita
Ilustrasi: superyouth

“Pergilah, aku sedang tidak ingin berbicara, kepadamu sekalipun.”

“Apa kamu juga akan meminta aku pergi walaupun aku cuma duduk diam di sini bersama mu?”

Elena tidak menjawab, kembali ia pandangi kendaraan yang lalu lalang di depannya, tubuhnya ia pasrahkan pada sandaran kursi di trotoar jalan ini. Abigail pun sama.

“Mengapa hidup begini tidak adilnya kepada ku bi?”

Abigail tetap diam memandangi kendaraan yang lalu lalang, mereka hanya meninggalkan asap-asap tak kasat mata untuk Elena dan Abigail atau bahkan untuk pengendaranya, atau bahkan untuk semua penduduk bumi juga barangkali, entahlah, Abigail sedang tidak memikirkan itu, ia hanya ingin duduk berdua dengan Elena.

“Kamu pernah merasakan kecewa bi?”

Abigail hanya menjawab lirih dalam hati, mulutnya tetap bungkam.

“Setiap kali kamu tersenyum karena laki-laki lain Elena, aku kecewa sesering itu, pernah kamu merasakannya? atau memikirkannya?”

Elena mengalihkan pandangannya ke arah Abigail, ia pandangi wajah Abigail yang tanpa ekspresi menatap lalu lalang kendaraan di depannya, kemudian Elena menjatuhkan kepalanya pada bahu kiri Abi, air matanya turun tanpa dipinta. Abigail cukup terkejut, tapi wajahnya masih tetap menghadap jalanan. Kini bukan hanya air mata Elena yang dirasakan Abigail, tapi juga suara tangisnya mulai terdengar samar-samar.

Abigail masih tanpa ekspresi, kembali ia bersuara dalam hati.

“Berhentilah bersikap seperti ini Elena, bagaimana mungkin aku bisa tahan melihat kamu menangisi sesuatu yang terkutuk itu, cinta. Bukankah sudah pernah aku sampaikan kepadamu, kamu harus siap dengan kebinasaannya? jatuh cinta kan memang membahagiakan, tapi ketika cintanya hilang, siap-siaplah, hanya tinggal jatuhnya saja, itulah kebinasaan yang aku maksud dulu Elena, kamu tidak juga mengerti rupanya. Apakah sikapku selama ini kepadamu tidak juga membuatmu mengerti? hanya dengan tidak mengucapkan atau menyatakannyalah kebinasaan tidak akan menghampiri, tapi kekecewaan lah yang akan datang menghampiri dan bersahabat baik dengan mu. Semua ada risikonya Elena, tinggal kamu pilih risiko mana yang mampu kamu pikul? kamu tidak mengerti juga rupanya.”

“Mengapa tuhan tidak menciptakan dunia ini dengan keindahan, kemudahan, dan kesenangan saja Abi? Mengapa?” Suara Elena terdengar lembut di telinga kiri Abigail, meskipun sedan.

Tangan Abigail membelai rambut Elena dengan lembut, Abigail masih saja tanpa ekspresi dan Elena masih menangis. Tak lama kemudian seseorang datang mendekat membawa gitar, tanpa perintah Elena maupun Abigail, orang itu bernyanyi. Setelah menerima apa yang diinginkan, orang itu mengucapkan terima kasih, tersenyum, lalu pergi meninggalkan Abigail dan Elena.

“Disini semakin dingin, Elena.” Abigail akhirnya bersuara, tapi ia tetap tidak menatap Elena.

“Kamu tidak benar-benar ingin duduk diam bersamaku disini Abi, pergilah.” Elena mengangkat kepalanya lalu menyeka matanya.

Abigail diam tanpa ekspresi.

“Atau mungkin aku yang harus pergi?” Elena menatap Abigail

Abigail melepas jaket yang ia kenakan, menjatuhkannya di pangkuan Elena lalu berdiri untuk kemudian pergi meninggalkan Elena seorang diri.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama