Sun, 28 June 2026

169 Pengurus Hima Jurnalistik Resmi Dilantik

Reporter: Muhammad Wisnusyah | Redaktur: Putri Restia Ariani | Dibaca 791 kali

Presma Hima Jurnalistik periode 2018/2019, Reival Akbar Rivawan menyerahkan plakat kepada Presma Hima Jurnalistik periode 2019/2020, Ahmad Sopian Nurmawan, di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Senin (24/2/2020).

JURNALPOSMEDIA.COM-Mahasiswa jurusan Jurnalistik UIN Bandung melantik 169 pengurus Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurnalistik periode 2019-2020. Pelantikan tahun ini mengusung tema “Menciptakan Organisasi yang Progresif & Visioner dalam Hima Jurnalistik”. Acara tersebut diadakan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Senin (24/02/2020).

Pelantikan dihadiri Wakil Dekan III FDK, Dadan Suherdiana, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Darajat Wibawa, Ketua Prodi Jurnalistik, Enjang Muhaemin, Demisioner Presiden Mahasiswa Hima Jurnalistik periode 2018/2019, Reival Akbar Rivawan dan tamu undangan di bawah naungan FDK.

Menurut Ketua Pelaksana, Alif M. Alifian, tema acara yang diambil merupakan harapan agar kepengurusan Hima Jurnalistik semakin maju. Serta, terus bersinergi untuk menjadi himpunan mahasiswa yang lebih baik dari sebelumnya. Selanjutnya, kata visioner dimaknai ketegasan dan pandangan yang jauh ke depan untuk menyongsong tujuan yang ingin dicapai.

Dalam sambutannya, Wadek III FDK, Dadan Suherdiana berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan dan meningkatkan apa yang telah dicapai oleh kepengurusan sebelumnya. “Kepengurusan sekarang harus bisa menjaga apa yang sudah dicapai sebelumnya dan menjadi suri tauladan bagi adik-adik di jurusan Jurnalistik,” tuturnya.

Ucapan terima kasih datang dari Reival Akbar Rivawan. Ia mengaku bangga atas kerja keras dan pencapaian yang telah diraih Hima Jurnalistik setahun ke belakang. Reival menaruh harapan besar untuk periode Hima Jurnalistik tahun ini.

Presiden Mahasiswa Hima Jurnalistik periode 2019-2020, Ahmad Sopian Nurmawan merasa terharu dan bangga bisa dipercaya menjadi pucuk pimpinan Hima Jurnalistik tahun ini. “Saya harap, kita (pengurus) di Hima dapat bekerja secara kolektif dan tidak individu,” pungkasnya.

 

 

 

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama