Sat, 13 June 2026

Warung Chef Bang Roy: Perjalanan Mantan Chef Hotel Merintis Usaha Sendiri

Reporter: Chaifa Aulia Shafa | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 395 kali

Sumber foto: Chaifa Aulia/Magang

JURNALPOSMEDIA.COM – Roy (55), pemilik Warung Chef Bang Roy, merupakan mantan chef hotel berbintang yang sukses membangun usahanya sendiri. Ia memiliki pengalaman kerja selama puluhan tahun sebagai chef di hotel bintang empat, saat usianya 20-40 tahun. Warung ini dibangun di tempat yang cukup strategis, yaitu di dekat hotel berbintang yang mayoritas tamunya merupakan wisatawan Tionghoa.

Dibalik usaha yang sedang dirintisnya hingga saat ini, banyak perjalanan yang sudah dilewati Bang Roy. Pengalamannya sebagai chef di berbagai hotel bintang empat membuatnya terus mengasah kemampuan memasak dan mempelajari beragam hidangan oriental. Menurutnya, bergantung sepenuhnya pada pekerjaan hingga masa pensiun sama saja dengan menyia-nyiakan peluang untuk meraih kesuksesan di masa depan. Karena itu, ia mulai merintis usaha sampingan di sela-sela pekerjaannya sebagai chef hotel. 

“Lima belas tahun yang lalu, bapak pernah kerja sebagai chef di Hotel Lembah Hijau, Cipanas Puncak. Jadi, berangkatnya itu dari pekerjaan saya, tetapi jadi skill yang bapak asah terus-menerus. Nah, Pulang dari hotel, bapak punya usaha kecil yang bapak rintis kecil-kecilan sejak umur 40 tahun karena suatu saat bapak pensiun harus meninggalkan tempat kerja ini. Jadi, bapak punya usaha ini saat bapak masih bekerja di hotel sejak usia 40 tahun,” ujar Bang Roy saat diwawancarai Jurnalposmedia, Kamis (29/5/2026).

Di sisi lain, nama “Bang Roy” berasal dari nama panggilannya saat bekerja di hotel. Ia biasa dipanggil “Pak Roy” karena namanya sendiri adalah Roy. Kemudian dengan nama panggilannya, ia memiliki ide untuk menjadikannya sebagai identitas usaha dengan “Bang” sebagai sebutan pelengkap karena dinilai menarik dan akrab. Dari situlah nama Warung Chef Bang Roy akhirnya digunakan hingga sekarang.

“Panggilan Bang Roy itu karena dari nama bapak ‘Roy.’ Di tempat kerja biasa dipanggil ‘Pak Roy’ agar lebih akrab lagi bapak pakai ‘Bang.’ Bapak berpikir menggunakannya untuk usaha dan alhamdulillahnya dari nama itu kita pakai dan konsisten dengan rasa dan kualitas sampai sekarang kita masih bertahan,” ujarnya sambil tertawa.

Warung Chef Bang Roy buka mulai pukul 07.00 pagi dengan menu khusus sate maranggi untuk sarapan. Warung ini beroperasi hingga pukul 22.00 WIB dengan beragam pilihan menu lainnya. Jumlah pengunjung biasanya meningkat pada malam hari, terutama saat akhir pekan dan libur panjang.

Warung Chef Bang Roy bukan sekadar warung makan biasa. Menu yang disajikan memiliki cita rasa khas dengan kualitas ala hotel. Seluruh hidangan dimasak secara fresh karena menggunakan konsep cooking by order, yakni makanan baru dimasak setelah dipesan pelanggan. 

Pemilihan nama “warung” juga memiliki alasan tersendiri. Bang Roy ingin semua kalangan dapat menikmati masakan berkualitas hotel dengan harga yang terjangkau. Jika biasanya hidangan seperti ini hanya tersedia di restoran atau hotel, kini masyarakat dapat menikmatinya di warung pinggir jalan dengan suasana yang lebih sederhana dan ramah di kantong. 

Selain itu, lokasi warung berada di kawasan dengan banyak wisatawan Tionghoa membuat Chinese food menjadi fokus utama menu yang ditawarkan. Meski demikian, menu-menu tersebut juga dapat diterima oleh berbagai kalangan, termasuk masyarakat lokal. 

“Warung ini difokuskan ke Chinese Food karena memang target utamanya orang Chinese, biasanya yang nginep di hotel. Namun, karena Chinese food sudah menjadi masakan yang bisa diterima oleh semua golongan. Jadi, orang lokal pun akan suka,” ujarnya.

Warung Chef Bang Roy ini menyajikan menu Chinese Food sebagai menu utama yang terjamin kehalalannya, seperti fuyunghai ayam atau udang, capcay ayam bakso atau seafood, kwetiau goreng atau siram ayam bakso atau seafood, dan lainnya. Selain itu, tersedia pula berbagai menu lokal seperti nasi goreng, mie tek-tek, bakmi, dan beragam hidangan lainnya. 

Menu best seller dari nasi goreng adalah nasi goreng seafood dan nasi goreng bistik ayam. Untuk menu kwetiau siram, ada kwetiau ayam dan kwetiau seafood. Kemudian, Ifu mie untuk mie goreng. Selain itu, ada juga untuk sajian nasinya adalah sapi lada hitam ala chinese dan bistik sapi atau ayam. Untuk menu bercita rasa pedas, ada masakan cumi atau udang yang disajikan dengan saus padang, asam manis, dan saus mentega. Sekitar 57 menu tersedia, termasuk minumannya.

Menu favorit yang tidak pernah ketinggalan yaitu fuyunghai dengan campuran ayam atau udang, sayuran, dan bahan lainnya dengan harga Rp38.000 – Rp43.000 dan capcay ayam bakso atau seafood dengan harga Rp28.000 – Rp38.000.

“Dengan pesan fuyunghai dan sapo tahu satu porsi, cukup dimakan untuk 3-4 orang dengan harga Rp45.000 satu porsinya. Alhamdulillahnya konsumen atau pelanggan di sini terpuaskan dengan rasa dan kualitasnya,” ujarnya dengan bahagia.

Selain dikenal dengan kualitas cita rasa yang khas  dengan sajian ala hotel dan harganya yang kompetitif, pemilik Warung Chef Bang Roy ini dikenal sebagai orang yang ramah, hangat, dan mudah akrab sehingga menjadi  poin plus dari Warung Chef Bang Roy ini. Salah satu pelanggan, berinisial M mengaku puas dengan hidangan yang disajikan dengan porsi mengenyangkan sesuai dengan harga yang sepadan dan pelayanannya yang ramah.

“Harganya cukup bersaing. Sepadan dengan rasa dan porsi yang didapat. Selain itu, pelayanan owner-nya pun sangat ramah apalagi disaat minim pengunjung dapat berbincang dengan owner-nya,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (29/5/2026).

Bagi Bang Roy, menjaga kualitas dan konsistensi rasa merupakan hal yang sangat penting dalam membangun kepercayaan pelanggan. Menurutnya, kualitas dan rasa yang konsisten adalah ciri khas yang harus dimiliki setiap usaha kuliner. Di samping itu, ia juga terus berinovasi dengan menghadirkan menu baru, salah satunya sate maranggi khas Sunda yang telah dijual selama satu bulan terakhir dan disajikan bersama sambal oncom serta nasi uduk. 

Ke depan, Bang Roy berharap dapat membuka cabang Warung Chef Bang Roy di berbagai daerah dan kota. Dengan begitu, lebih banyak masyarakat dapat menikmati cita rasa masakan ala hotel yang disajikan dengan kualitas terbaik, tetapi tetap hadir dalam konsep warung dengan harga yang terjangkau bagi semua kalangan. 

 

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama