Perkembangan dan Penggelontoran Dana Pembangunan Lapangan Bola Sintetis UIN Bandung

JURNALPOSMEDIA.COM – Lapangan bola rumput sintetis UIN Bandung sedang dalam masa pembangunan. Berlokasi di Kampus 2, urgensi pembangunan ini yakni kepraktisan dalam hal pemeliharaan yang berbeda dengan rumput alami, rumput sintetis dirasa lebih unggul.

Selain itu, otomatis dengan terealisasikannya pembangunan ini dapat menambah sarana dan prasana mahasiswa UIN Bandung. Di mana jika ada pertandingan antar kampus UIN Bandung dapat memfasilitasi dengan adanya lapangan bola tersebut.

Hal di atas dikemukakan langsung oleh Bagian Umum Al-Jamiah, Ramdan Budiana. Selain Ramdan, tim Jurnalposmedia juga berkesempatan berbincang dengan Humas Bagian Umum, Muhammad Helmi Tahti.

Perkembangan Pembangunan

Diakui Ramdan, pembangunan ini baru menyentuh tahap pertama dan sudah dimulai dari awal September. Ia juga menjabarkan tahapan demi tahapannya kepada tim Jurnalposmedia, Kamis (21/10/2021).

“Ditahap pertama, pengerjaannya meliputi penggalian. Setelah menggali saluran-saluran air untuk nantinya menyirami rumput, dilanjutkan dengan pemerataan tanah dan humus (pemadatan tanah), agar tidak amblas. Selanjutnya, menjalani tes lapisan tanah dan disusul pembuatan pagar,” jabar Ramdan.

Dikarenakan berbeda dengan pembangunan lapangan pada umumnya, lapangan sintetis ini butuh perencanaan dan pembangunan yang matang. Dengan kata lain, dipersiapkan sedemikian rupa agar tidak berdampak buruk kepada pemain.

Mengingat hal di atas, pembangunan bertaraf nasional ini dikelola langsung oleh PT Rencana, PT Pengawas, dan PT Kontraktor. Ketiga pengola tersebut memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.

“Mangkanya, rumput sintetis inikan berbeda dengan rumput konvensional. Jadi harus dipersiapkan dengan matang dan teliti, pembangunannya pun harus bertahap. Hal ini untuk meminimalisir kejadian berbahaya yang tidak diinginkan terhadap pemain,” ucap Helmi di hari yang sama dengan Ramdan.

Penggelontoran Dana

Diakui Ramdan, hingga saat ini pembangunan tersebut baru mencapai angka 60 persen.

“Di tahap satu, pengerjaannya baru 60 persen karena anggaran dari APBN juga baru segitu. Jadi kalau di Desember belum selesai akan dilanjutkan di tahun berikutnya,” tegas Ramdan dengan sedikit penekanan.

Ternyata sumber dana pembangunan ini sudah tertera di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN dan diberikan secara berangsur-angsur. Jika dalam targetannya tidak terpenuhi mengingat kebutuhan UIN sekarang bercabang seperti pembangunan gedung perkuliahan hingga rencana tatap muka, maka pembangunan ini akan dianggarkan kembali pada 2022.

Tidak menutup kemungkinan, jika sudah rampung lapangan ini akan disewakan untuk umum. Mengingat pergururan tinggi juga butuh income, tidak bisa mengandalkan UKT saja, dan tentunya jika mengandalkan subsidi pemerintah juga tidak akan tercukupi.

Ramdan mewakali semua pimpinan UIN berharap dapat memaksimalkan dana yang ada.

“Sesuai yang diinginkan kita semua, termasuk pimpinan-pimpinan UIN berharap bisa memaksimalkan dana pembangunan ini, dilancarkan juga dimudahkan,” pungkas Ramdan.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.