JURNALPOSMEDIA.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi (HMJ TP) menggelar acara MantapFest yang menghadirkan perlombaan beauty contest untuk pertama kalinya di Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Bandung Kampus II, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan oleh HMJ TP.
Project Manager beauty contest MantapFest, Syakilla, mengatakan beauty contest dipilih sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang kecantikan dan makeup. Menurutnya, banyak mahasiswa memiliki bakat di bidang tersebut, tetapi belum banyak perlombaan yang sesuai dengan minat mereka.
“Beauty contest ini baru pertama kali dibuat di MantapFest. Tujuannya supaya mahasiswa bisa mengekspresikan bakat mereka, khususnya dalam bidang kecantikan,” ujar Syakilla saat diwawancarai, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa MantapFest merupakan singkatan dari Manifold Tasawuf dan Psikoterapi Festival. Dalam acara tersebut terdapat beberapa perlombaan, seperti bulu tangkis, puisi, Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK), mobile legend, futsal, dan beauty contest.
Ia mengatakan beauty contest terbuka bagi seluruh mahasiswa aktif UIN Bandung. Tahun ini terdapat 10 tim yang mengikuti perlombaan. Setiap tim terdiri dari dua orang, yaitu makeup artist dan muse atau model. Informasi pendaftaran disebarkan melalui akun Instagram MantapFest dan koordinator mahasiswa setiap jurusan.
“Kalau untuk gender sebenarnya tidak dibatasi. Yang penting mahasiswa aktif UIN Bandung dan memiliki minat dalam bidang makeup,” katanya.
Syakilla menambahkan peserta dinilai berdasarkan teknik makeup, busana, dan kemampuan fashion show. Tema yang digunakan tahun ini adalah Arabian. Penilaian dilakukan oleh juri dari Duta Keterbukaan UIN Bandung.
“Kalau mau dibilang yang paling utama itu teknik makeup. Tapi sebenarnya semuanya penting, karena peserta dinilai dari keseluruhan penampilan yang sesuai tema,” ungkapnya.
Ia mengatakan persiapan beauty contest sudah dilakukan sejak bulan lalu. Menurutnya, tantangan terbesar selama persiapan adalah menyesuaikan ekspektasi peserta dan penonton, terutama karena acara tersebut bekerja sama dengan sponsor kecantikan.
Salah satu peserta muse beauty contest, Afi, mengaku tertarik mengikuti perlombaan tersebut karena ingin mengenal dunia kecantikan lebih jauh. Selain itu, ia juga ingin mencoba pengalaman catwalk yang sebelumnya belum pernah dilakukan.
“Aku tertarik karena pengen belajar tentang dunia kecantikan dan pengen nyobain catwalk juga,” tuturnya.
Afi menilai konsep Arabian dalam Beauty Contest cukup menantang, tetapi tetap menarik untuk diikuti. Menurutnya, bagian paling menarik dalam perlombaan tersebut adalah sesi fashion show karena peserta menampilkan keseluruhan konsep mulai dari makeup hingga busana.
Ia juga mengatakan acara berjalan cukup baik meskipun sempat terjadi kendala teknis pada bagian suara dan mikrofon. Namun, menurutnya panitia, peserta, dan juri sudah menjalankan tugas dengan profesional.
“Kalau peserta, juri, sama panitia menurut aku sudah profesional. Tadi cuma ada sedikit kendala di sound dan mikrofon aja,” katanya.
Selain sebagai sarana untuk menunjukkan minat dan bakat, kegiatan ini juga bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kreativitas. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan agar beauty contest MantapFest dapat terus berkembang pada tahun berikutnya dan dapat menghadirkan lebih banyak sponsor dan peserta di masa mendatang.
















