JURNALPOSMEDIA.COM – Di tengah masyarakat yang masih jungkir balik menghadapi harga kebutuhan pokok, kabar kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR terasa seperti ironi. Pertanyaan pun muncul: pantaskah wakil rakyat menikmati penghasilan lebih besar ketika dapur sebagian masyarakat bahkan tak berasap? Bukan hanya soal timing yang tidak tepat, melainkan juga soal besarnya angka pendapatan yang jauh melampaui standar hidup masyarakat biasa.
Dilansir dari BBC News Indonesia, gaji pokok anggota DPR saat ini sebesar Rp4,2 juta per bulan. Namun, jumlah tersebut melonjak drastis ketika ditambahkan dengan tunjangan melekat, tunjangan rumah, hingga bantuan listrik dan telepon. Total penghasilan anggota DPR dapat mencapai lebih dari Rp104 juta per bulan.
Bandingkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2024, yang mencatat rata-rata upah pekerja Indonesia masih di kisaran Rp3 juta per bulan. Jurang kesenjangan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah kenaikan gaji DPR layak dilakukan ketika jutaan pekerja masih berjuang dengan gaji minimum?
Kenaikan gaji seharusnya berbanding lurus dengan kinerja. Namun, publik kerap melihat hal sebaliknya. Sebagaimana dikutip dari Indonesia Corruption Watch (ICW) 2023, anggota legislatif masih mendominasi daftar kasus korupsi nasional. Selain itu, rendahnya tingkat kehadiran dalam sidang memperkuat anggapan bahwa DPR belum sepenuhnya menunaikan amanah rakyat.
Secara teori, kenaikan gaji dapat dipandang sebagai apresiasi terhadap beban kerja. Namun, ketika dilakukan di tengah kesulitan rakyat, langkah ini terkesan elitis. Dikutip dari CNN Indonesia (22/8/2025), sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai kebijakan kenaikan tunjangan DPR tidak peka terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Kenaikan gaji bukanlah hal tabu, tetapi waktunya harus tepat dan harus berbasis pada indikator kinerja yang nyata. Rakyat berhak mempertanyakan, mengapa DPR mendahulukan kesejahteraan sendiri ketimbang fokus pada kesejahteraan rakyat. Jika DPR ingin dihormati, mereka harus membuktikan kualitas kerja sebelum menambah jumlah pendapatan.















