JURNALPOSMEDIA.COM— Minuman Rempah Indonesia menjelma menjadi minuman jamu viral di kalangan anak muda. Setelah melewati perjalanan panjang, simak kiprah MRI yang telah dibagikan pada tim Jurnalposmedia.
Co Founder, Desti menceritakan perjalanannya saat merintis usaha MRI ini yang dimulai saat ia dan suaminya sering meracik minuman rempah untuk mengatasi permasalahan kondisi kesehatannya.
“Berawal dari suamiku yang bernama Buyung Salbi Alghifari yang juga Founder MRI alumni ikatan remaja jompo alias usianya masih muda tapi badannya sangat ringkih. Kami sering buat minuman rempah ini di rumah, dan produk ini menyelesaikan masalah (kesehatan) kami,” ucapnya
Sebelumnya, Desti dan suami sempat membuka usaha Banana Chips yang mengharuskan mereka pergi ke luar kota untuk berkoordinasi dengan petani di kampung dan distributor.
Dalam perjalanan ke luar kota tersebut, ia menemukan penjual jamu tradisional dan unik yang membuat mereka bisa menyaksikan langsung proses pembuatannya. Terbesitlah ide mengemas jamu menjadi konsumsi kekinian.
“Sebelumnya kami juga suka bikin di rumah tapi nggak kepikiran bahwa minuman rempah yang selalu kami buat di rumah menarik untuk dijual. Kami membayangkan bahwa menarik jika minuman rempah ini dikemas kekinian atau istilahnya dimodernisasi,” baginya.
Sesampainya di Bandung, Desti dan Salbi tanpa berpikir panjang langsung membagi tugas mencari resep-resep minuman rempah dan mencari vendor untuk membuat gerobak. Setelahnya, untuk awal resep minuman rempah ia dan suaminya bekerja sama dengan peracik jamu.
Usaha ini dimulai pada 4 Juli 2021 dan seiring berkembangnya usaha MRI, Desti beserta beberapa tim produksi sudah tersertifikasi herbalis. Menu-menu di MRI pun diperbaharui sesuai keilmuan dalam meracik ramuan herbal serta menu-menunya disajikan sesuai dengan kebutuhan customer.
Selain untuk kesehatan tubuh, Desti juga mengungkapkan tujuannya untuk melestarikan warisan nenek moyang.
“Ini warisan nenek moyang kita yang sudah sepatutnya kita lestarikan. Orang-orang zaman dulu itu untuk menjaga kesehatan, kecantikan, kebugaran, dan saat ada ketidaknyamanan di tubuhnya pasti balik lagi sama bahan-bahan alam atau sesederhana memanfaatkan bumbu dapur di rumah,” jelasnya.
Butuh perjuangan, Desti mengungkapkan bahwa 1 hari bisa menjual 300-350 per-gelas. Selain itu, ia sangat memperhatikan selama penjualan untuk kebutuhan customer.
“Edukasi market–nya juga cukup terjual untuk mengenalkan minuman rempah. Karena yang kami perhatikan selama berjualan orang-orang lebih banyak ketakutan dalam mengonsumsinya terutama takut akan pahit, keamanan, dan lain-lainya,” ungkapnya.
Berbekal memperhatikan pengalaman dan kebiasaan pengunjung, MRI terus berkembang dengan perubahan positif.
MRI sudah memiliki 8 cabang, yaitu MRI Antapani, MRI Cibaduyut, MRI Cibiru, MRI Cimahi, MRI Dipatiukur, MRI Geger Kalong, MRI Margahayu dan MRI Care.
Selain itu, MRI juga memiliki 20 Menu yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau menjaga kesehatan tubuh.
Desti juga menambahkan ada beberapa minuman rempah yang menjadi favoritnya para pembeli.
“Kalau favoritnya di menu ice ada imun booster series yang dilengkapi topping puding kunyit ada 3 varian yaitu jahe booster, kunyit booster dan kencur booster. Untuk di menu hotada rempah kencur, rempah detox, dan rempah temulawak. Tapi kebanyakan orang beli ke MRI ini pesan menu yang sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka,” tambahnya.
Terakhir, Desti berharap dengan adanya MRI ini bisa memberika manfaat yang besar kepada anak-anak muda yang memiliki permasalahan pada bagian fisik.
“Kami berharap dengan hadirnya MRI ini bisa terus tumbuh bermanfaat. Terutama anak muda generasi penerus, agar bisa menerapi kehidupannya dengan alternatif pilihan minuman sehat khususnya bagi anak muda,” harapnya.
Salah seorang pembeli, Nuru Fitry mengungkapkan bahwa ia sudah sering mampir untuk membeli MRI ini memberi tanggapan dengan adanya minuman kekinian yang terbuat dari rempah-rempah Indonesia.
“Menarik banget, dengan adanya minuman yang ada rempah-rempahnya gini. Karena, pertama jarang rata-rata kalau kita nemu di jalanan itu paling kayak jahe merah yang kayak gitu, tapi dengan adanya minuman yang diracik dengan rempah-rempah dan disajikan secara modern itu menurut aku sangat interesting,” pungkasnya.
















