Sun, 16 August 2026

Tantangan Artificial Intelligence (AI) dalam Jurnalisme: Membantu atau Menggantikan?

Reporter: Amalia Nur Haliza | Redaktur: Itsna Nursofiatun Ni'mah | Dibaca 416 kali

Sumber Foto: Magnific

JURNALPOSMEDIA.COM – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi sorotan publik saat ini. Kecanggihan yang dimiliki oleh AI ini sudah terlibat dalam aspek kehidupan manusia, termasuk dunia jurnalistik. Kini AI mampu menulis berita singkat, menganalisis data dalam jumlah besar, menerjemahkan bahasa, hingga membuat gambar dan video. Di satu sisi, teknologi ini membantu mempercepat proses kerja media. Namun di sisi lain, kehadirannya menimbulkan berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh insan pers agar kualitas informasi tetap terjaga.

Jurnalis yang memahami teknologi ini dapat memanfaatkannya sebagai alat bantu untuk mempercepat riset dan mengidentifikasi informasi. Dengan demikian, AI berperan sebagai pendukung daripada tantangan dalam industri ini.

Dilansir Dewanpers.or.id Dewan Pers kembali menegaskan pentingnya penataan penggunaan Artificial Intelligence (AI) di ruang publik dan industri media. Dalam beberapa bulan terakhir, AI berkembang sangat cepat, situasi ini membuat Dewan Pers menilai perlunya langkah serius untuk memastikan AI tidak menggerus profesi jurnalis dan kualitas informasi di masyarakat.

Pesan itu disampaikan oleh Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, Busyro Muqoddas, saat membuka acara Literasi Media bertema “AI dan Masa Depan Jurnalisme” di Yogyakarta, (22/11/2025).

Pesatnya teknologi ini, banyak yang khawatir bahwa AI dapat menggantikan peran jurnalis. Namun, di sisi lain, AI juga membuka berbagai peluang baru bagi mereka yang siap beradaptasi. Mahasiswa yang ingin berkarir di dunia jurnalistik perlu memahami bagaimana AI mengubah tata ruang media dan bagaimana mereka bisa tetap relevan dalam industri ini.

Kekhawatiran ini yang seharusnya menjadi salah satu dorongan bagi jurnalis untuk bisa beradaptasi dengan teknologi. Dari berbagai tantangan yang muncul, masalah etika menjadi tantangan utama jurnalis dalam penggunaan AI. Saat ini, maraknya berita palsu atau konten yang tidak akurat tanpa adanya pengawasan manusia menyebabkan turunnya kepercayaan publik. Oleh karena itu, jurnalis tetap dibutuhkan untuk mengawasi, mengedit, dan memastikan bahwa informasi yang disampaikan tetap objektif dan akurat.

Tantangan yang terjadi bagi jurnalis di masa kini bukan menjadi ancaman yang harus dihindari. Tetapi, perlu paham cara kerja teknologi di zaman sekarang. Bukan berarti teknologi yang akan mengendalikan kita, tetapi kita yang mengendalikan teknologi tersebut. Sebab, teknologi dapat berkembang pesat karena dikendalikan oleh manusia.

Kemajuan AI adalah kenyataan yang tidak dapat dihindari, tetapi nilai-nilai jurnalistik tidak boleh ikut terganti. Dunia jurnalistik perlu melihatnya sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas kerja. Teknologi dapat membantu mengolah data, menyusun draf, hingga mempercepat proses produksi berita. Namun, verifikasi data dan pertimbangan etis tetap berada di tangan jurnalis. Pada akhirnya, bukan AI yang akan menentukan masa depan jurnalisme, melainkan bagaimana manusia menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab demi menjaga kepercayaan publik terhadap media.

 

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama