Resensi: “Kita Semua Pernah Sedih”

Judul Buku   : Kita Semua Pernah Sedih

Penulis         : Boy Candra

Tebal Buku   : 103 halaman

Tahun Terbit : 2021

Penerbit       : Mediakita

JURNALPOSMEDIA.COM – Buku dengan judul “Kita Semua Pernah Sedih” adalah kumpulan tulisan pendek tentang bagaimana Boy Candra melampiaskan kesedihannya perihal perenungan perasaan. Penulis berdarah Medan ini banyak menulis novel yang bergenre fiksi romantis.

Ia mendapatkan julukan Kids Zaman Now oleh para penggemarnya, meskipun sudah berusia 30 tahun dan sudah menikah. Ia berhasil menulis novel yang mudah dipahami oleh remaja zaman sekarang.

Keluarga, mertua, dan kerabat dekat dari Boy Candra selalu mendukung penuh hobinya yang memang suka sekali menulis dan mengarang novel sampai ia berhasil menerbitkan 20 buah novel. Selain itu, ia juga pandai menulis puisi yang ingin dikembangkan menjadi sebuah buku dan diterbitkannya.

Adapun beberapa novel yang terkenal di antaranya adalah Origami Hati, Setelah Hujan Reda, Ingkar, Trauma, dan masih banyak lagi yang bisa kita dapatkan di toko buku, baik itu melalui penjualan online ataupun melalui offline.

Boy berkeinginan menjadi penulis sejak lama, karena dirinya tidak ingin terikat dengan pekerjaan yang monoton. Selain menulis dan melukis, Boy Candra juga mengisi webinar, seminar, atau pelatihan penulisan kreatif Indonesia. Dia juga ingin mengadakan pameran untuk lukisan pertamanya.

Tujuan dari penulisan buku ini adalah agar pembaca mampu menjadi remaja yang tenang dalam menghadapi sebuah masalah. Selain itu, mampu menjadi remaja yang tangguh ketika dihadapi oleh kesendirian, karena sejatinya hidup di dunia adalah kesendirian dan teman hanyalah teman singgah yang pada akhirnya kita akan kembali kepada diri sendiri.

Resensi Buku

Novel “Kita Semua Pernah Sedih” adalah novel terbaru dari Boy Candra pada 2021 yang menceritakan lika-liku dalam menghadapi sebuah hubungan percintaan dan masalah-masalah kehidupan yang lainnya. Contohnya ketika ada masalah dalam keluarga atau bimbang ketika dihadapkan oleh sebuah pilihan.

Selain percintaan, penulis juga menyampaikan bagaimana caranya untuk tetap semangat menjalani hidup walaupun sedang diterpa cobaan. Seperti halnya dalam kutipan, “Belajar menerima apapun yang sudah terjadi, belajar menerima segala kekurangan dan belajar untuk menasehati tanpa menyakiti diri sendiri”. Penulis berpesan kepada pembaca agar selalu bersyukur dan tetap mengevaluasi diri, agar kita tidak terpacu kepada satu hal saja. Karena hidup cuma sekali, maka manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengenali diri sendiri.

Hal ini penting untuk mengubah kita ke arah kehidupan yang lebih baik dan perlahan berubah menjadi dewasa dalam menyikapi suatu hal. Tidak perlu lagi mementingkan egoisme diri kita sendiri, karena sikap dewasa tidak semerta-merta tentang berapa usia kita bisa dewasa dalam hal pikiran ataupun perbuatan.

Novel ini juga memotivasi pembaca, karena terinspirasi dari kisah yang dialami oleh Boy Candra sendiri. Kebanyakan sangat related dengan kisah anak muda, yaitu tentang mengejar cinta dari pria yang dia ingin miliki.

Ada 70 bab yang ada di dalam novel ini yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ambil saja pada bab 3 yang berjudul “Bagaimana Kalau Kita Tidak Satu Tujuan”. Bab ini menjelaskan, jika dalam suatu hubungan terdapat konflik yang sangat besar, tentu bisa kita lewati dengan kembali ke tujuan mengapa hubungan tersebut masih bisa berjalan sampai saat ini.

Lain halnya bab 17 yang berjudul “Jika Saat Itu Tiba, yang Dibutuhkan Hanya Kesendirian”. Bab ini menjelaskan bahwa ketika diri ini sudah mulai lelah karena menghadapi kerasnya dunia pendewasaan, penulis berpesan kita harus tetap bertahan dengan cara melangkah dan berlari. Semua itu untuk menenangkan diri dan kembali pada kewarasan, karena banyak remaja melampiaskan masalahnya dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna.

Kelebihan dan Kekurangan Buku

Sebaik-baiknya novel atau cerita, tentu ada yang namanya kelebihan dan kekurangan. Resensi ini dibuat agar penulis bisa terus memperbanyak dan memperbaiki karyanya.

Beberapa keunggulan dari buku ini adalah bahasanya yang mudah dimengerti dan tidak rumit. Ceritanya dikemas dengan sangat menarik dan tampilan sampul novelnya terlihat ciamik. Buku ini memberikan pengajaran kepada kita untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan ketika kita dilanda cobaan atau masalah. Selain itu, buku ini juga mengajarkan kita cara mendewasakan diri dan memotivasi agar semangat hidup menjadi lebih baik.

Adapun untuk kekuranganya adalah bukunya cepat sobek, tebal bukunya tidak sampai 150 halaman, dan banyak tulisan yang dicetak tidak lurus. Bagi yang tidak terlalu menyukai genre buku yang berakhir tidak bahagia, mungkin akan kurang suka dengan karya Boy Candra yang satu ini. Alasannya, karena ceritanya cukup membuat rasa iba dalam diri kita membara, tetapi memiliki akhir yang bahagia. Untuk buku yang tidak terlalu tebal ini, harganya relatif mahal. Namun, meskipun memiliki kekurangan, tidak memungkinkan kita untuk tetap membaca novel ataupun puisi karya dari Boy Candra.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.